Sumber: istimewa
Tren painless microneedling semakin menguat di sejumlah klinik dermatologi dan estetika di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan perempuan akan perawatan kulit yang efektif, minim nyeri, dan tanpa waktu pemulihan panjang. Teknologi microneedling generasi terbaru, seperti Dermapen 4™, banyak diadopsi karena menawarkan prosedur lebih presisi dan stabil untuk mengatasi berbagai kondisi kulit, mulai dari bekas jerawat hingga tanda penuaan.
Teknologi ini menggunakan 16 jarum ultra-fine 33G dengan sistem Advanced Oscillating Vertical Needle (AOVN™) yang memungkinkan penetrasi lebih cepat dan konsisten. Fitur pengaturan kedalaman hingga 3 mm untuk penanganan bekas luka serta motor berkecepatan tinggi 120 RPS membuat prosedur berlangsung lebih nyaman dibanding metode microneedling konvensional. Sejumlah klinik menyebut teknologi ini mempermudah dokter dalam memberikan hasil merata tanpa meningkatkan rasa tidak nyaman pada pasien.
Perkembangan teknologi painless microneedling kembali dibahas dalam DermapenWorld™ Appreciation Night 2025 yang digelar di Park Hyatt Jakarta. Acara tersebut mempertemukan praktisi estetika dari berbagai daerah untuk mendiskusikan standar keamanan, pembaruan teknik, dan inovasi bahan pendamping perawatan. Di sisi lain, saat ini kebutuhan perawatan minim rasa sakit menjadi salah satu faktor utama meningkatnya adopsi alat microneedling generasi baru di Indonesia.
Selain perangkat, rangkaian serum profesional juga diperkenalkan sebagai pendukung hasil perawatan. Produk seperti Hyla Active™, MG-Collections™ Advanced Meso-Glide Serum, UBER Pro Peel™, dan Hyla Active 3D Mask™ dirancang untuk bekerja sinergis dengan teknologi microneedling. Dalam acara tersebut, inovasi baru MG-XEO-SKIN juga diperkenalkan sebagai formula biomimetik berbasis exosome-like yang telah terdaftar di BPOM. Serum ini diproduksi tanpa bahan turunan manusia dan mengandalkan ceramide complexes serta botanical phospholipids untuk mendukung regenerasi kulit secara lebih terukur.
Industri estetika mencatat bahwa kombinasi teknologi perangkat presisi dan bahan pendamping terstandarisasi menjadi faktor penting dalam meningkatnya minat terhadap painless microneedling. Sejumlah dokter menyampaikan bahwa prosedur ini kini lebih banyak dipilih pasien yang ingin memperoleh kulit lebih halus, cerah, dan terhidrasi tanpa perlu melalui proses perawatan yang menimbulkan rasa tidak nyaman atau downtime panjang.
Lebih lanjut bicara tentang Dermapen ini, menurut Diana Kusuma, CEO Aesendia Infini, saat ini penggunanya sudah mencapai 600 dan sebelumnya pernah meraih penghargaan.
"Teknologi microneedling Dermapen pertama kali hadir di Indonesia pada 2017 melalui peluncuran Dermapen 3. Lalu pada 2022, Aesendia Infini resmi menjadi distributor DermapenWorld di Indonesia dan menghadirkan generasi terbaru, Dermapen 4," ucap Diana, Rabu (3/12/2025).