Menu

Ibu Hamil Mau Ikut Puasa? Boleh Kok! Asalkan...

13 April 2021 11:30 WIB

Ibu hamil (Pinterest/Edited by HerStory)

HerStory, Bandung —

Salah satu kewajiban yang dijalankan umat Islam adalah puasa. Namun, sebelum memutuskan apakah ibu hamil berpuasa atau nggak, alangkah baiknya memperhatikan beberapa hal.

Pada kondisi tertentu, ibu hamil mungkin akan disarankan untuk nggak berpuasa. Misalnya ketika usia kandungan masih di trimester pertama dan trimester akhir masa kehamilan.

Perubahan hormon, rasa mual, dan muntah masih sering dialami pada trimester pertama. Kalau Moms memaksakan puasa pada masa ini, Moms akan rentan dehidrasi dan kekurangan asupan bagi janin. Hal ini bisa mengakibatkan pertumbuhan janin jadi terhambat.

Sedangkan pada trimester akhir, janin masih terus berkembang menyempurnakan organ-organ penting, sehingga disarankan ibu hamil tetap makan secara teratur untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin.

Di samping itu, saat trimester akhir, kelahiran bisa terjadi kapan saja dan ibu hamil diharapkan memiliki tenaga yang cukup untuk melahirkan. Untuk itu, memenuhi kebutuhan gizi sangatlah penting

Kalau Moms merasa cukup kuat dan merasa sehat untuk berpuasa, maka Moms diperbolehkan untuk berpuasa. Tetapi ada beberapa hal yang harus dipersiapkan jika ibu hamil ingin berpuasa.

Moms harus selalu berkonsultasi dengan dokter atau bidan yang menangani kehamilanmu. Periksa dulu apakah ada komplikasi kehamilan yang akan bertambah parah ketika Moms berpuasa.

Jika ibu hamil terbiasa mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak (baik dari soda, kopi, teh, dan cokelat) cobalah kurangi sedikit-sedikit asupan kafein sebelum memulai masa puasa. Saat hamil, konsumsi kafein maksimal yang dianjurkan adalah 200 mg atau setara dengan dua cangkir kopi instan.

Jika ibu hamil masih tetap bekerja selama berpuasa, komunikasikan keadaanmu dengan orang-orang di tempat kerja. Ibu hamil yang berpuasa rentan mengalami kekurangan asupan gizi selama berpuasa. Jika aktivitasnya masih cenderung berat, maka kekurangan zat gizi semakin tinggi risikonya.

Terakhir, cobalah untuk membuat diari makanan. Moms perlu mencatat apa saja makanan dan minuman yang dikonsumsi. Dengan cara ini, Moms dapat menghitung berapa jumlah asupan kalori per hari sehingga dapat mencegah terjadinya kekurangan asupan.

Artikel Pilihan