Ilustrasi seorang ibu sedang menyusui anaknya. (pinterest/freepik)
Kehamilan jadi salah satu anugerah terindah bagi setiap orang tua. Tapi, ada beberapa kondisi yang mengkhawatirkan saat hamil. Salah satunya adalah ketika hamil, namun masih harus menyusui.
Apakah menyusui saat hamil aman dilakukan?
Melansir laman MomJunction (30/6/2021) ketika hamil, namun harus menyusui, ibu harus mendapatkan nutrisi, hidrasi, dan energi yang cukup. Hal itu berguna untuk mendukung kesehatan tubuh ibu, bayi yang belum lahir, dan anak yang sedang disusui pada saat yang bersamaan.
Menyusui selama kehamilan adalah hal yang biasa, tapi itu tentu saja menimbulkan banyak kekhawatiran. Sebenarnya menyusui saat hamil aman dilakukan selama ibu merasa sehat.
Saat menyusui, hormon yang disebut oksitosin dilepaskan. Kebanyakan ibu khawatir bahwa hormon ini dapat menyebabkan kontraksi rahim dan persalinan prematur. Namun, oksitosin saja tak cukup untuk melebarkan serviks atau menyebabkan kontraksi. Oleh karena itu, menyusui aman untuk ibu dan janin.
Namun, perhatikan bahwa rasa ASI berubah karena tubuh akan memproduksi kolostrum. Mungkin ini akan mempengaruhi anak yang sedang mengonsumsi ASI.
Tapi jangan khawatir, tubuh ibu akan terus memproduksi susu yang cukup untuk memproduksi ASI, sementara bayi yang dikandung akan mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan.
Menyusui memang memicu kontraksi ringan. Ini aman untuk kehamilan tanpa komplikasi. Tetapi jika ibu berisiko mengalami persalinan prematur, misalnya jika pernah mengalami keguguran atau kelahiran prematur di masa lalu maka konsultasikan ke dokter terlebih dahulu.