Wanita sedang menimbang berat badan. (pinterest/freepik)
Peran gizi untuk mengantisipasi Covid-19 sangat besar karena makanan merupakan suatu hal yang penting untuk meningkatkan imunitas tubuh. Makanya, kita perlu mengonsumsi makanan yang sehat dan juga bergizi.
Seseorang perlu mengonsumsi makanan dengan porsi sesuai dan juga gizi yang seimbang. Gizi yang seimbang itu mencakup karbohidrat, protein, serat, dan lemak. Enggak lupa juga untuk rutin minum air putih untuk menghidrasi tubuh.
Namun, apakah makanan yang bergizi itu bisa meningkatkan risiko seseorang menderita obesitas?
Menurut dr. Claresta Diella, M.Gizi.SpGK, makanan yang bergizi itu enggak menyebabkan obesitas. Namun, porsi makan harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan jangan sampai berlebihan.
“Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan aktivitasnya sehari-hari,” kata dr. Claresta saat diwawancarai HerStory.co.id.
Jadi, semua makanan yang sehat dan bergizi kalau dikonsumsi enggak berlebihan dan pengolahannya tepat, maka enggak akan menyebabkan seseorang menderita obesitas.
“Intinya adalah makan sehat asal sesuai dengan porsi, pengolahannya juga tepat, tentu enggak akan membuat obesitas,” jelas dr. Claresta.
Lebih lanjut, dr. Claresta juga menjelaskan kalau yang menyebabkan obesitas sebenarnya adalah makan sehat dan bergizi, tapi porsinya enggak sesuai dengan kebutuhan.
Selain itu, pengolahan makanan yang salah juga bisa membuat makanan jadi enggak bergizi dan menyebabkan seseorang jadi kelebihan berat badan atau obesitas.
“Sayur bagus dan sehat, tapi ketika mengolahnya ditumis atau masaknya enggak bener, jadi enggak sehat. Daging ayam bagus, tapi ketika dijadikan fried chicken itu enggak bagus,” jelas dr. Claresta.