Ilustrasi bayi yang sedang banyak makan. (Pinterest/Anak Bunda)
Siapapun pasti setuju melihat anak kecil yang memiliki pipi tembam, lengan dan kaki bak roti sobek dan perut buncit nampak lucu nan menggemaskan.
Semakin gemuk, kelucuan anak semakin bertambah. Berbanding terbalik jika anak memiliki bobot tubuh kecil justru akan dibilang tak sehat.
Padahal, tubuh gemuk pada anak bukan berarti mencerminkan kondisi kesehatannya bagus lho, Moms. Anak yang memiliki tubuh terlau gemuk di usianya, bisa menjadi gejala dari obesitas yang menandakan ia memiliki tubuh tak sehat.
Meskipun sejatinya, anak memang membutuhkan lemak bagi tumbuh kembangnya, tapi jika terlalu berlebih tentunya dapat memberikan dampak buruk bagi anak. Tentunya Moms juga akan merasa khawatir dan cemas.
Anak yang mengalami obesitas dapat berdampak buruk bahkan yang biasanya ditemui pada orang dewasa. Berikut ini 7 bahaya yang akan diterima anak terlalu gemuk, melansir dari berbagai sumber (5/8/2021)
Tubuh yang terlalu gemuk akan membuat anak mengalami gangguan pernafasan akibat terlalu banyaknya timbunan lemak dan reaksi peradangan dalam tubuh.
Kolesterol dan tekanan darah tinggi mungkin kerap dijumpai pada orang dewasa dan lansia. Namun tak menutup kemungkinan anak yang terlalu gemuk karena gaya hidup yang tak sehat akan mengalaminya. Risiko terkena penyakit jantung dan stroke juga semakin tinggi.
Kondisi ini lebih sering dijumpai pada anak perempuan yang akan mengalami pubertas terlalu dini. Ia akan lebih cepat menstruasi yang justru dapat mengganggu kesehatan wanita saat dewasa.
Berat badan yang terlalu berlebih membuat tulang tak mampu menopang tubuhnya dengan baik. Sehingga, dapat mengalami kecatatan pada kaki yakni kebengkokan. Jika masih pada tahap yang belum terlalu parah, masih dapat diobat menggunakan penyangga kaki. Namun jika sudah parah, anak harus menjalani operasi untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Belum lagi, anak yang kelebihan berat badan juga memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi. Salah satunya proses penyembuhan yang lambat.
Diabetes pada anak tak cuma menyerang karena adanya faktor genetik. Gaya hidup dengan pola makan yang terlalu berlebihan sehingga menyebabkan ia kelebihan berat badan pun, dapat mengantarkannya pada penyakit diabetes tipe 2. Jika terus berlanjut, anak akan mengalami diabetes mellitus.
Diabetes juga tak dapat disepelekan begitu saja, karena dapat mempengaruhi kerusakan berbagai organ seperti mata, ginjal, dan saraf.
Anak yang kelebihan berat badan akan berdampak pada motorik kasarnya. Ia akan kesulitan menggerakan anggota tubuh sehingga membuatnya kesulitan untuk menyeimbangkan tubuhnya. Jika anak kesulitan bergerak, hal ini dapat membuat berat badannya menjadi lebih melonjak.
Tubuh gemuk memang menggemaskan dan selalu mencuri perhatian. Anak terlalu gemuk kerap menjadi pusat perhatian baik itu di lingkungan keluarga bahkan ketika ia sudah duduk dibangku sekolah.
Tapi, stigma akan tubuh gemuk hingga saat ini masih terus berlangsung. Tubuh gemuk selalu menjadi bahan cemoohan dan mendapatkan diskriminasi sosial. Hal ini tentunya dapat mengganggu kesehatan mental anak yang dapat membawanya pada perasaan minder, kurang percaya diri, hingga depresi.
Kendati demikian, sejatinya tak semua anak gemuk dapat menyebabkan obesitas. Oleh karena itu, selalu melakukan pemeriksaan rutin bersama dokter untuk lebih mengawasi tumbuh kembang anak. Semoga bermanfaat ya, Moms!