Tangan wanita. (Freepik/Edited by HerStory)
Penyakit asam urat membuat persendian terasa nyeri, panas dan juga bisa mengalami pembengkakan. Kondisi ini terjadi lantaran adanya penumpukan kadar asam urat yang membentuk kristal sehingga tak bisa mengalir secara lancar dan tak bisa larut di dalam darah.
Tak hanya terasa di kaki, asam urat juga sering kali menyerang persendian di bagian tangan. Selain di persendian, rupanya asam urat juga bisa mempengaruhi kondisi ginjal dan saluran kemih lho.
Tapi, apakah kamu pernah menyadari bahwa asam urat sering kali menyerang laki-laki dibandingkan wanita. Kenapa bisa begitu ya? Ini penjelasannya.
Dibanding wanita, asam urat lebih sering terjadi pada pria. Hal ini disebabkan terutama karena wanita cenderung memiliki kadar asam urat yang lebih rendah. Pria bisa tiga kali lebih mungkin terkena daripada wanita karena memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi hampir sepanjang hidup mereka.
Dilansir dari laman sindikasi suara.com (10/8/2021) selain karena kadar asam urat yang lebih tinggi, pria juga tak memiliki kadar hormon estrogen yang cukup tinggi. Hal itu membuat asam urat pada pria lebih sulit dikeluarkan melalui urine, sehingga kadar asam urat dalam darah pun bisa menjadi tinggi. Meski begitu, bukan berarti wanita terbebas dari asam urat, saat sudah menopause wanita juga bisa terkena.
Pada wanita yang belum menopause, kadar hormon estrogen dalam darah masih cukup tinggi jadi dapat membantu mengeluarkan asam urat melalui urine. Karenanya, kadar asam urat wanita saat belum menopause pada umumnya normal.
Namun, setelah menopause, kadar asam urat wanita mendekati pria. Pria lebih mungkin untuk mengembangkan asam urat lebih awal, biasanya antara usia 30 dan 50. Sedangkan wanita umumnya mengembangkan tanda dan gejala setelah menopause.