Ilustrasi konsumsi makanan saat program hamil. (Unsplash/pablomerchanm)
Selama ini terdapat empat golongan darah yang kita kenal, yakni A, B, O dan AB. Golongan darah sendiri sering dikaitkan dengan risiko penyakit tertentu.
Nyatanya, penting untuk mengetahui tipe golongan darah sendiri. Hal ini enggak hanya akan membantu kamu mengenali penyakit yang mungkin diderita, tapi kamu juga bisa mengetahui apakah kamu rentan mengalami masalah kesuburan atau tidak.
Apakah benar bahwa terdapat golongan darah yang rentan mengalami masalah kesuburan? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari berbagai sumber (13/8/2021).
Para peneliti dari Yale University dan Albert Einstein College of Medicine melibatkan sekitar 560 wanita yang rata-rata berusia 35 tahun untuk melakukan terapi kesuburan.
Dalam penelitian tersebut, para ahli mengambil sampel darah peserta untuk mengukur kadar FSH (salah satu hormon reproduksi wanita).
Dikutip dari Theguardian.com, Dr Edward Nejat, dari departmen kebbidanan dan ginekologi di Albert Einstein College, mempresentasikan temuannya di konferensi Ameran Society for Reproductive Medicine (ASRM) di Denver.
Ia mengatakan bahwa wanita dengan tipe golongan darah O dan B memiliki kadar FSH dua kali lebih besar daripada wanita dengan golongan darah A atau AB.
Ini artinya, wanita dengan tipe golongan darah O dan B berisiko dua kali lebih besar mengalami penurunan cadangan ovarium daripada golongan darah lainnya. Semakin sedikit cadangan ovariumnya, maka jumlah dan kualitas sel telur yang diproduksi akan semakin buruk.
Hasil penelitian juga membuktikan bahwa golongan darah A dan AB cenderung lebih subur. Meski enggak jelas apa penyebabnya, para ahli menduga bahwa ini ada kaitannya dengan perbedaan antigen pada tiap golongan darah.
Orang dengan tipe golongan darah A membawa antigen A, sedangkan golongan darah O tidak memiliki antigen A. Begitu juga dengan tipe golongan darah AB yang memiliki antigen A, tapi golongan darah B tidak.
Ada kemungkinan bahwa antigen A inilah yang melindungi cadangan ovarium dari kerusakan sehingga kesuburan wanita jadi lebih optimal.
Namun, para ahli mengatakan kalau mereka masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan kaitan antara hal-hal tersebut.
Banyak faktor yang dapat memengaruhi kesuburan wanita. Ini bisa dimulai dari faktor usia, gaya hidup, penyakit, berat badan, dan sebagainya.
Meski digunakan dalam penelitian, pengukuran hormon FSH sebenarnya bukanlah metode yang paling akurat. Namun, cara ini dapat membantu menilai penurunan cadangan ovarium yang tergolong ekstrem.
Selain itu, para ahli kesuburan juga menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan kadar hormon anti-mullerian (AMH).
AMH sendiri adalah jenis hormon yang berfungsi untuk mematangkan sel telur. Kadar AMH yang ada dalam darah bisa menjadi indiaktor fungsi ovarium wanita, apakah bekerja secara normal atau tidak.
Selain itu, ketimbang fokus pada golongan darah, usia bisa menjadi faktor paling penting untuk menentukan kesuburan wanita. Kehamilan paling ideal bagi seorang wanita adalah saat usianya berada pada rentang 20 sampai 30 tahun. Ini artinya, rentang usia tersebut merupakan puncak kesuburan bagi wanita.
Begitu mencapai usia di atas 35 tahun, wanita cenderung lebih susah hamil karena cadangan ovariumnya mulai menurun. Sekalipun kamu memiliki golongan darah A atau AB, tapi usia kamu cukup tua, kamu akan tetap mengalami masalah kesuburan dan risiko sulit hamil lho. Itulah penjelasan terkait hubungan golongan darah dan kesuburan seseorang. Semoga bermanfaat ya Moms!