Menu

5 Gangguan Kesehatan yang Rentan Dialami Wanita Setelah Menopause, Jangan Anggap Sepele!

07 September 2021 18:45 WIB

Nenek sedang menengok ke luar jendela. (Unsplash/Guille Alvarez)

HerStory, Jakarta —

Berakhirnya siklus menstruasi secara alami alias menopause tentu akan dialami oleh semua wanita, terutama mereka yang sudah memasuki fase usia lanjut. Tahukah Beauty, pasca-menopause merupakan masa-masa tersulit bagi wanita lho! Mengapa demikian?

Menopause ditandai dengan penurunan kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Kondisi inilah yang menyebabkan banyak perupahan pada wanita setelah menopause. Di samping itu, wanita juga rentan terserang gangguan kesehatan setelah menopause.

Namun, tak jarang di antara wanita yang enggak memperhatikannya dan bahkan mengacuhkannya. Oleh karena itu, yuk kenali penyakit atau gangguan kesehatan apa saja yang rentan dialami wanita setelah menopause.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut lima di antaranya.

Diabetes

Mengutip dari Hello Sehat, diabetes menjadi salah satu penyakit yang rentan dialami wanita setelah menopause. Pemicunya adalah estrogen yang rendah dapat meningkatkan resistensi insulin, yang memicu makan camilan lebih banyak.

"Estrogen rendah dapat meningkatkan resistensi insulin dan memicu keinginan untuk ngemil yang menyebabkan kenaikan berat badan. Sehingga, besar kemungkinan untul menderita diabetes," Michelle Warren, MD., direktur kesehatan Center for Menopause, Hormonal Disorders and Women’s Health di New York.

Wanita setelah menopause akan lebih rentan terkena diabetes, jika sudah memiliki faktor keturunan untuk diabetes, riwayat Polycystic Ovary Syndrome, diabetes gestasional, atau memiliki berat badan berlebih.

Hot Flushes

Hot Flushes terjadi akibat pelebaran pembuluh darah yang mendadak pada menopause. Kondisi ini ditandai dengan tubuh terasa panas dan berkeringat secara tiba-tiba. Di samping itu, emosi juga enggak stabil, marah dan kadang disertai rasa gelisah.

Sekitar 75 persen wanita yang mulai memasuki masa menopause akan mengalami kondisi ini. Hot flushes umumnya berlangsung selama 1-2 tahun sejak menopause mulai terjadi, dan bahkan bisa bertahan selama 10 tahun.

Osteoporosis

Wanita memiliki peluang yang lebis besar untuk mengalami osteoporosis dibandingkan laki-laki. Ini lantaran disebabkan oleh hormon wanita yang terjadi saat mengalami menopause.

Hormon estrogen berperan dalam pembentukan sel-sel tulang baru dan membantu memadatkan tulang. Tanpa estrogen, tulang akan menjadi lebih rapuh dan keropos sehingga mudah untuk mengalami patah tulang.

Untuk mengurangi risiko ini, ada baiknya melakukan olahraga yang rutin serta makan makanan yang tinggi kalsium dan vitamin D.

Vagina kering

Gangguan kesehatan lain yang dialami wanita setelah menopause ialah vagina yang terasa kering. Memasuki masa menopause, sel-sel di darah vagina dan salurang kencing akan mengecil. Itulah yang menyebabkan vagina terasa lebih kering dan gatal.

Insomnia

Gangguan lain yang dialami wanita setelah menopause ialah insomnia. Sekitar 40-50 persen wanita menopause akan mengalami insomnia, khususnya saat masa peralihan dari pre-menopause.

Hal ini disebabkan oleh pengaruh kadar estrogen yang terus mengalami penurunan. Untuk mengatasinya, dianjurkan untuk memiliki jadwal tidur rutin setiap hari, menghindari konsumsi kafein dan alkohol di malam hari, dan rutin berolahraga.

Semoga bermanfaat!

Artikel Pilihan