Potret bahagia sepasang kekasih usai menikah (Unsplash/Samantha Gades)
Sebelum menikah, biasanya pasangan akan sibuk mempersiapkan segala kebutuhan untuk resepsi pernikahan dan kehidupan setelah menikah.
Padahal, sejatinya penting untuk melakukan serangkaian tes sebelum menikah terkait kesehatan reproduksi keduanya dan calon buah hati nantinya.
Melansir dari laman Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dari Kementerian Kesehatan, terdapat 7 rangkaian tes sebelum menikah yang akan dilewati oleh calon pengantin. Diantaranya,
Pemeriksaan darah akan meliputi leukosit, hematokrit, trombosit, Hb, eritrosit, sampai laju endap darah. Namun bagi wanita ada serangkaian pemeriksaan tambahan yakni pemeriksaan tingkat Hb untuk mengetahui risiko thalassemia.
Pemeriksaan rhesus kedua calon sangat penting untuk dilakukan karena akan berdampak langsung pada calon buah hati nantinya. Wanita yang memiliki rhesus negatif dengan pria rhesus positif memiliki risiko ketidaksesuaian rhesus ibu dan janin kelak yang memiliki kefatalan nantinya.
Sama halnya dengan pemeriksaan rhesus, deteksi hepatitis B dilakukan untuk meminimalisir adanya risiko buruk bagi calon buah hati. Sebab penyakit ini dapat menular melalui hubungan seksual dan dapat memicu cacat lahir bahkan kematian bagi bayi yang dilahirkan.
TORCH merupakan penyakit yang disebabkan oleh toxoplasma, rubella, dan herpes. Meski penularannya datang dari mengonsumsi makanan mentah hingga kontak dengan kotoran hewan peliharaan, pemeriksaan ini dilakukan untuk menghindari keguguran dan kelahiran prematur pada buah hati kelak.
Yang satu ini tak dapat dihindari lantaran sudah menjadi kewajiban dan sudah tertulis dalam surat edaran Kementerian Kesehatan. Pemeriksaan yang satu ini akan menggunakan sampel darah kedua calon pengantin.
Tak cuma dapat menghindari dari diabetes atau penyakit kronis lainnya (bagi yang memang sudah menderita diabetes), Tes gula darah sangat diperlukan khususnya pada perempuan hamil yang mana hormonnya ini kurang stabil. Mengingat ibu hamil rentan terkena diabetes.
Pemeriksaan yang terakhir yakni tes urin untuk mengetahui adanya penyakit sistematik atau metabolik. Hal ini dapat dinilai dari warna, bau, sampai jumlah urin yang dikeluarkan.
Meski terdengar sepele, ternyata serangkaian tes diatas justru memiliki dampak yang luar biasa khususnya bagi calon buah hati. Melakukan tes pra-nikah sebaiknya dilakukan 6 bulan sebelum melangsungkan pernikahan. Semoga bermanfaat, ya!