Ilustrasi virus corona mengintai manusia. (Pixabay/Tumisu)
Kasus infeksi COVID-19 di Indonesia perlahan-lahan mulai menurun. Namun, masyarakat tetap harus waspada karena Organisasi Kesehatan Dunua (WHO) menemukan virus corona varian baru yang disebut Mu.
Varian Mu menjadi yang paling terbaru dipantau oleh WHO pertama kali di temukan di Kolombia pada awal tahun 2021 lalu. Varian ini harus diwaspadai karena disebut-sebut lebih kebal terhadap vaksin.
Varian Mu atau B.1621 ini termasuk ke dalam jenis variant of interest (VoI). VoI berada di atas varian variant of concern (VOC) yang di dalamnya terdapat varian delta.
"Varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan," tulis WHO dalam buletin minggu ini.
Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait varian Mu karena mutasi virus bisa saja meningkatkan keparahan penyakit hingga kekebalan terhadap vaksin dan juga obat-obatan. Sejak ditemukan hingga sampai saat ini, varian Mu baru ditemukan di 39 negara.
"Meski prevalensi global varian Mu di antara kasus yang di-sequence menurun dan sekarang di bawah 0,1 persen, prevalensi di Kolombia (39 persen) dan Ekuador (13 persen) telah meningkat secara konsisten," tulis WHO