Menu

Awas! Diabetes Menyerang Anak Muda, Waspadai Gejalanya dengan 3P

10 September 2021 13:05 WIB

Ilustrasi diabetes. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Bogor —

Diabetes merupakan salah satu penyakit terbesar yang dialami masyarakat di Indonesia. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang disebut silent killer alias dapat membunuh diam-diam.

Faktanya, penyakit ini pun sekarang tak hanya menyerang orang tua, tapi juga menyerang anak muda bahkan anak kecil sekalipun!

“Ya, memang betul saat ini kecenderungan penyakit diabetes itu menyerang anak-anak muda, tak hanya menyerang orang lanjut usia saja. Bahkan anak kecil pun bisa kena,” tutur Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Gastroenterologi-Hepatologi) dari RSCM Jakarta, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB., FINASIM., FA., kepada HerStory, baru-baru ini.

Dikatakan dr. Ari, secara garis besar, diabetes pundibagi menjadi 2, yakni Insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) dan Non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM).

“Diabetes ini biasanya karena faktor genetic ya, jadi memang dari awal anak remaja atau anak kecil tersebut memang sudah menderita diabetes. Ini karena faktor kerusakan pankreas sebelumnya. Jadi ada hubungan dengan faktor genetik. Ini diabetesnya bisa dibilang tergantung insulin,” papar dr. Ari.

Sementara itu, untuk NIDDM adalahtipe diabetes yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen.

“Nah kalau NIDDM ini tak tergantung insulin. Ini memang biasanya menyerang orang tua. Tapi sekarang ini kecenderungan terjadi pada anak-anak muda juga,” imbuhnya.

Lantas, kenapa penyakit ini bisa menyerang anak muda?

dr. Ari mengatakan bahwa pertama, hal tersebut bisa disebabkan faktor genetik. Terlebih sekarang ini, kasus diabetes di masyakarat ini kian tinggi.

“Kemudian yang kedua adalah kegemukan pada anak, ini juga akan menyebabkan terjadinya kita bilang ada gangguan metabolik pada anak tersebut, sehingga juga beresiko terjadinya diabetes. Belum lagi konsumsi lemak yang berlebihan, konsumsi gula yang berlebihan, dan kurang bergerak. Ini adalah faktor-faktor kenapa seseorang itu menderita diabetes mellitus,” jelas dr. Ari.

Lebih lanjut, dr. Ari pun membeberkan beberapa gejala yang mengindikasi penyakit diabetes ini. Kata dia, hal ini dapat dilihat dengan cara 3P, yakni poliuria, polidipsia, dan polifagia.

“Poliuria berhubungan dengan peningkatan intensitas buang air kecil. Sedangkan untuk polidipsia adalah rasa haus yang berlebih. Dan polifagia dikaitkan dengan rasa lapar yang meningkat,” katanya.

Dr. Ari bilang, saat terjadi peningkatan gula darah, glukosa akan dibuang lewat ginjal yang ditandai dengan keluarnya air kencing. Sehingga tak heran, anak yang mengalami diabetes awalnya akan sering buang air kecil atau poliuria.

“Jadi kalau orang sudah mengalami ini, berarti indikasi pertama untuk diabetes sudah bisa dilihat,” imbuhnya.

Kemudian, dr. Ari bilang, terlalu banyak buang air kecil juga akan menciptakan rasa haus yang berlebihan atau abnormal.

“Minum normalnya 8 hingga 10 gelas sehari. Nah, kalau ada orang yang minum lebih dari itu, bisa jadi indikasi lain yang berkelanjutan dari poliuria,” ujarnya.

Lalu, karena kalori yang dikonsumsi juga tak bisa melewati proses metabolisme karena tak ada insulin untuk membantu prosesnya, maka kalori pun akan hilang dalam urine. Dengan begitu, tubuh tak bisa memecah energi sehingga rasa lapar atau polifagia pun terus mendera.

“Tadi sudah banyak buang air kecil, lalu haus berlebihan, dan sekarang makan terus. Jadi, besar kemungkinan ini adalah gejala diabetes,” pungkasnya.

Artikel Pilihan