Menu

Terbiasa Langsung Rebahan Setelah Makan? Bahaya! Bisa Picu Asam Lambung Naik, Ketahui 4 Penyebab Lainnya

10 September 2021 20:15 WIB

Mengonsumsi junk food. (Freepik/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Refluks asam adalah suatu kondisi dimana asam lambung, yang membantu mencerna makanan yang kita konsumsi, akan didorong kembali ke kerongkongan. Kondisi ini menyebabkan rasa kurang nyaman di perut atau biasa disebut heartburn.

Asam lambung bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Umumnya, untuk mengatasi penyakit asam lambung kamu harus mengubah pola makan sehat dan mengonsumsi obat untuk menurunkan asam lambung.

Tapi, ternyata kondisi ini disebabkan oleh beberapa kebiasaan yang mungkin sering diabaikan. Agar tak terjadi lagi, yuk ketahui beberapa penyebab asam lambung naik:

Berbaring Setelah Makan Berat

Gravitasi berperan penting dalam mendorong makanan yang kita konsumsi dari pipa makanan ke lambung. Proses makanan ini membuat makanan bisa turun dari kerongkongan ke lambung.

Tapi, ketika gravitasi muncul, tubuh mengalami kesulitan untuk mendorong makanan ke dalam perut ketika dalam posisi berbaring setelah makan berat. Ini secara langsung dapat menyebabkan asam lambung.

Makan saat Larut Malam

Normalnya banyak senyawa asam kuat yang diproduksi saat kita makan. Ketika kita makan makanan sebelum tidur, itu akan membuat kita tidur dalam keadaan asam yang terlalyu banyak di diproduksi oleh perut. Asam ini dapat naik ke pipa makanan, sehingga menyebabkan asam lambung.

Makanan Pedas

Makanan pedas memperburuk produksi lebih banyak asam di lambung dan menurunkan tekanan LES yaitu tekanan sfingter esofagus bagian bawah. Ini secara langsung dapat menyebabkan asam lambung.

Makanan lain yang dapat menyebabkan refluks asam adalah buah jeruk, makanan berlemak, cokelat, mint, bawang putih, bawang bombay, tomat, dll.

Merokok

Nikotin, komponen utama tembakau, juga termasuk dalam daftar relaksasi otot sfingter, yang meningkatkan risiko asam lambung melonjak ke kerongkongan, sehingga menyebabkan refluks asam yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit yang disebut GERD.

Juga, tembakau memiliki kecenderungan untuk mengurangi air liur. Air liur memiliki zat penetral asam penting yang disebut bikarbonat, yang membantu mengurangi refluks asam. Karena perokok telah mengurangi sekresi air liur, mereka lebih rentan terhadap refluks asam.

Share Artikel:

Oleh: Nada Saffana

Artikel Pilihan