Ilustrasi nyeri leher saat WFH. (Pinterest/Freepik)
Diabetes dan kolesterol sering dikaitkan karena dianggap dapat memicu komplikasi penyakit yang parah. Namun, apakah kedua penyakit ini benar-benar saling terhubung?
Dilansir dari Klikdokter.com, menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, perpaduan anatara gula darah dan kolesterol yang tiggi dapat memicu terbentuknya sumbatan di pembuluh darah. Hal ini membuat penderita diabetes lebih rentan mengalami serangan jantung atau stroke dibandingakan dengan orang normal.
Sebelum mengetahui lebih jauh mengenai kaitan diabetes dengan kolesterol, ada baiknya Moms perhatikan beberapa ciri-ciri yang membedakan diabetes dan kolesterol.
Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Glukosa sendiri merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.
Glukosa yang menumpuk dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik pun dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh.
Diabetes sendiri memiliki dua jenis, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2.
Beberapa ciri diabetes pun terlihat pada tubuh, diantaranya:
- Sering merasa haus.
- Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
- Sering merasa sangat lapar.
- Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Berkurangnya massa otot.
- Terdapat keton dalam urine. Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi.
- Lemas.
- Pandangan kabur.
- Luka yang sulit sembuh.
- Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.
Kolesterol adalah lemak mirip zat lilin yang terdapat dalam darah. Tubuh manusia pun pada dasarnya membutuhkan kolesterol untuk dapat menunjang pertumbuhan sel yang sehat.
Namun, kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Berikut beberapa ciri kolesterol pada tubuh:
- Luka kekuningan di sejumlah bagian tubuh
- Impotensi atau lemah syahwat
- Lingkaran putih pada kornea mata
- Bercak kunig di bawah kelopak mata
- Sakit kepala atau badan pegal-pegal
Gula darah dan kolesterol tinggi dapat memicu terbentuknya sumbatan di pembulh darah. Hal ini pun akan membuat penderita diabetes lebih rentan alami serangan jantung atau stroke.
Selain itu, Penelitian di Jepang menyebutkan bahwa orang dengan kadar kolesterol dan trigliserida tinggi memiliki risiko dua kali lipat untuk mengalami penyakit diabetes dalam kurun waktu lima tahun.
Sementara itu, agar terhindar dari penyakit jantung dan strok, National Institutes of Health merekomendasikan diabetesi untuk menjaga kadar kolesterol LDL-nya pada batas angka ? 100 mg/dl. Sementara itu, bila diabetesi memiliki penyakit hipertensi, riwayat penyakit jantung, atau strok sebelumnya, kadar LDL-nya harus ? 70 mg/dl.
Itulah beberapa perbedaan terkait penyakit diabetes serta kolesterol serta hubungannya. Semoga bermanfaat ya Moms.