Menu

Oh.. Ternyata Ini Bedanya Jenis Vaksin Covid-19 yang Dipakai di Indonesia, Sudah Tahu Belum?

21 September 2021 08:00 WIB

Ilustrasi vaksin jenis Sinovac. (Freepik/rawpixel.com)

HerStory, Jakarta —

Melakukan vaksinasi menjadi salah satu cara yang harus dilakukan untuk menekan angka pasien positif virus corona Covid-19. Setiap masyarakat didorong untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Ada beberapa jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia. Setiap jenis vaksin yang beredar di masyarakat memiliki perbedaannya masing-masing. Apa kamu sudah tahu?

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Perubahan Perilaku dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa keenam vaksin yang beredar di masyarakat dibuat oleh para produsen dengan menggunakan beberapa cara yang berbeda untuk dapat menghasilkan sebuah vaksin yang dapat menjamin mutu kesehatan masyarakat.

Vaksin Sinovac dan Sinopharm, para produsen menggunakan virus yang dimatikan untuk membuat vaksin. Sementara itu, vaksin AstraZeneca dan Johnson and Johnson dibuat dengan menggunakan pendekatan viral vector (virus hasil rekayasa genetika).

Berbeda dengan vaksin merek Pfizer dan Moderna yang dibuat berdasarkan Messenger RNA (mRNA) yang dimiliki oleh suatu virus.

"Kemudian yang berbeda pula adalah jarak atau interval suntikkannya, antara dosis pertama dengan dosis kedua ini berbeda-beda," kata Reisa.

Ia menjelaskan, vaksin Sinovac dan Moderna memiliki jarak waktu 28 hari atau empat minggu untuk mendapatkan vaksin dosis kedua, sedangkan AstraZeneca perlu jarak 12 minggu untuk suntikkan dosis kedua.

Sementara itu, Sinopharm dan Pfizer membutuhkan jarak 21 hari untuk bisa melakukan vaksinasi kedua. Untuk vaksin Johnson and Johnson enggak memiliki jarak interval karena hanya akan diberikan satu kali penyuntikkan saja.

"Yang berbeda lagi dari segi penyimpanannya. Khusus untuk vaksin Moderna dan Pfizer, karena ini berbeda dengan jenis vaksin yang lain maka suhu vaksin yang berbasis mRNA harus sesuai dengan ketentuannya, yakni disimpan dalam freezer atau harus beku dengan suhu minus 80 derajat Celcius,” kata dia menjelaskan perbedaan lainnya.

Walaupun vaksin-vaksin tersebut berasal dari berbagai macam produsen, Ia menegaskan bahwa semua vaksin yang diedarkan aman dan dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya COVID-19.

Ia meminta setelah masyarakat mengetahui perbedaan pada setiap jenis vaksin yang beredar, masyarakat tidak lagi memilih suatu jenis vaksin tertentu untuk disuntikkan agar Indonesia cepat membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

“Sebenarnya kita tidak perlu pilih-pilih merek tertentu. Beragam merek bukan karena kita butuh untuk memilih yang mana, tetapi karena kita butuh jumlah yang banyak dalam waktu singkat. Semakin kita cepat divaksinasi, semakin cepat pula kita terlindungi,” tegasnya.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Artikel Pilihan