Wanita sedang menyisir rambut rontok (Pinterest / Edited by HerStory)
Beauty, apakah kamu punya masalah rambut rontok?
Ya, terkadang rambut rontok bisa menjadi hal yang biasa saja, namun dalam beberapa hal rambut rontok juga bisa disebut sebagai tanda sesuatu yang lebih serius, lho.
Pengobatan atau penyakit sistemik kadang-kadang bisa menjadi penyebab kerontokan rambut, kata dokter kulit, Dr. Jerry Shapiro.
Tetapi dalam kasus ini, kerontokan rambut juga dibarengi dengan gejala lain, seperti ruam, kekurangan energi, atau sakit otot yang gak akan hilang.
Berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan kerontokan rambut kamu bisa lebih serius daripada penuaan atau kecenderungan genetik, dikutip dari media sindikasi Suara.com, Jumat (29/10/2021).
"Jika kamu melihat rambut rontok di bagian tubuh lain (selain kulit kepala), sesuatu yang serius sedang terjadi," kata Dr. Shapiro.
Jika kamu kehilangan rambut dari alis atau bulu mata kamu, itu bisa berarti kamu memiliki bentuk serius dari kondisi autoimun alopecia (kebotakan).
Gak seperti alopecia androgenetik, jenis kondisi lain seperti alopecia areata atau alopecia universalis dapat menyebabkan kerontokan rambut dalam jumlah banyak dan di area tubuh selain kulit kepala, menurut Healthline.
Itu karena tubuh salah menganggap folikel rambut berbahaya dan menyerang mereka, menyebabkan rambut rontok dari folikel di berbagai bagian tubuh lainnya.
Kondisi autoimun lain yang dapat menyebabkan kerontokan rambut yang bukan di kulit kepala termasuk penyakit tiroid dan lupus.
Rambut rontok disertai dengan kekurangan energi bisa berarti kamu kekurangan gizi atau gak mendapatkan cukup nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh kamu.
Jika seseorang gak mendapatkan cukup seng, misalnya, mereka mungkin mengalami diare, penurunan berat badan yang parah, dan rambut rontok sebagai efek samping, selain merasa lemas.
Kekurangan gizi umumnya juga dapat menyebabkan rambut rontok.
Ketika rambut yang menipis dan nyeri otot terjadi secara bersamaan, ada kemungkinan kamu mengalami hipotiroidisme, sejenis ketidakseimbangan hormon autoimun hormonal.
Pada awalnya, seseorang dengan hipotiroidisme gak dapat menunjukkan gejala, tetapi karena tubuh mereka berurusan dengan ketidakseimbangan hormon, mereka mungkin mempunyai gejala seperti kelelahan, pertambahan berat badan, nyeri otot, dan rambut rontok, menurut Mayo Clinic.
Hipotiroidisme dapat diobati. Jika kamu didiagnosis menderita penyakit autoimun, dokter dapat meresepkan obat yang menggantikan hormon yang gak dapat dibuat oleh tubuh kamu sendiri.
Kekurangan zat besi, yang dianggap sebagai jenis anemia, terjadi ketika tubuh gak dapat memproduksi cukup sel darah merah yang sehat.
Jika seseorang kekurangan zat besi, mereka mungkin mengalami efek samping seperti kuku rapuhdan rambut rontok, kata Dr. Shapiro.
Kekurangan zat besi juga dapat membuat seseorang merasa selalu lelah dan lemah. Gejala lain termasuk sakit dada dan tangan dan kaki dingin, menurut Mayo Clinic.
Lupus, seperti hipotiroidisme atau kekurangan zat besi, adalah penyakit autoimun dengan kerontokan rambut sebagai gejala umum. Selain itu, lupus dapat menyebabkan ruam seluruh tubuh sebagai respons terhadap organ yang meradang, menurut Mayo Clinic.
Seringkali, ruam ini akan hilang dan muncul lagi. Nah, gejala lupus lainnya termasuk mata kering dan nyeri sendi. Jadi jika kamu melihat salah satu dari efek ini, kamu harus pergi ke dokter.
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.