Ilustrasi anak yang serius. (Unsplash/Jerry Wang)
Anak kesulitan untuk membaca, menulis, hingga berbicara? Jangan menganggap hal ini sepele, karena bisa saja hal ini terjadi karena anak mengalami disleksia.
Dikutip dari Himedik.com, (04/11/2021), disleksia dipahami sebagai kesulitan dalam pemrosesan fonologis, yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berbicara, membaca, dan mengeja.
Dengan kata lain, penderita disleksia mengalami kesulitan memperhatikan fonem, suara khas terkecil yang membentuk kata.
Tanda Disleksia
Salah satu gejala disleksia yang paling jelas adalah kesulitan membaca, terutama mempelajari huruf dan suara yang mereka buat. Tapi ada banyak tanda lain dari disleksia, antara lain:
- Memiliki ejaan yang buruk
- Kesulitan belajar bahasa asing
- Kesulitan memperhatikan
- Kecemasan, terutama tentang membaca nyaring di kelas
- Kesulitan dengan pencarian kata, atau memikirkan dan mengucapkan kata yang ingin dikatakan
- Mencampur kata-kata yang terdengar serupa saat berbicara, seperti konstan dan konsisten
Perbedaan antara pembaca biasa dan pembaca disleksia bisa mulai terlihat di kelas 1 SD. Semakin cepat seorang anak disleksia didiagnosis dan mulai menerima pengobatan, semakin baik kemajuan keterampilan membaca mereka.
Di sisi lain, orang sering menstigma bodoh anak disleksia karena kemampuan belajar mereka. Namun, mereka memiliki kelebihan lain yang unik dan sangat penting bagi orang dewasa untuk menyorotinya.
Lihat Sumber Artikel di Himedik.com
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Himedik.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.