Menu

Beauty Sering Alami Rambut Rontok Berlebih? Bisa Pertanda 5 Penyakit Ini, Salah Satunya Lupus!

09 November 2021 11:15 WIB

ilustrasi rambut rontok (Pinterest/Vida Ativa)

HerStory, Sukabumi —

Beauty tentunya sering mengalami rambut rontok, apalagi jika sedang dalam keadaan stres. Tapi, jika rambut rontok berlebih patut diwaspadai karena bisa pertanda penyakit berbahaya seperti lupus. 

Penyebab rambut rontok umumnya dikarenakan faktor keturunan, stres, merawat dan menata rambut yang kurang tepat, penurunan berat badan secara drastis, anemia juga perubahan  hormon seperti pada ibu hamil. 

Kerontokan rambut sifatnya bisa sementara atau permanen sehingga diperlukan perawatan khusus untuk menghindari kebotakan. 

Namun jika mendapati kerontokan rambut berlebih dan bukan karena penyebab di atas, mungkin saja merupakan tanda adanya penyakit serius. 

Seperti dilansir dari berbagai sumber (09/11/2021), berikut 5 penyakit serius yang ditandai dengan kerontokan rambut berlebih. 

1. Tinea Capitis

Kurap atau tine capitis merupakan infeksi kulit kepala yang disebabkan jamur. Selain kerontokan parah, kurap akan disertai ruam gatal, berisisik, dan menimbulkan benjolan merah serta kulit hitam di kulit kepala.

2. Psosiaris

Jika kerontokan parah disertai dengan kulit kepala yang terasa gatal begitu hebat, bisa jadi merupakan tanda dari penyakit psosiaris kulit kepala. Kondisi ini bisa menyebabkan kulit kepala menghasilkan bercak bersisik yang mudah menebal sampai berdarah. 

3. Alopecia Areata

Tak cuma mengalami kerontokan rambut yang parah, alopecia areata bisa membuat kerontokan pada bulu mata dan alis. Sebab penyakit ini merupakan gangguan autoimun yang menyerang folikel rambut.

4. Tiroid

Hampir serupa dengan alopecia areata, gangguan tiroid seperti hipertiroid dan hipotiroid juga bisa menyebabkan kerontokan parah pada rambut juga bulu mata. Hanya saja gangguan tiroid bisa menyerang kerontokan pada penipisan rambut tubuh. 

5. Lupus

Lupus merupakan penyakit autoimun yang bisa membuat rambut mengalami kerontokkan parah karena menyerang sel-sel dan jaringan dalam tubuh. Ditambah lagi dengan efek samping obat-obatan yang digunakan. 

Kendati begitu, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat sebaiknya melakukan konsultasi bersama dokter jika sedang mengalami kerontokan rambut yang begitu parah. 

Artikel Pilihan