Menu

Miss V Sakit Saat Bercinta? Bisa Jadi Ini Penyebabnya, Hati-hati Infeksi Moms

09 November 2021 19:10 WIB

Ilustrasi kesehatan reproduksi wanita. (pinterest/freepik)

HerStory, Jakarta —

Berhubungan intim menjadi salah satu kebutuhan dalam pernikahan. Sama seperti berolahraga, berhubungan intim juga dapat menimbulkan efek-efek tertentu pada tubuh.

Salah satunya nyeri atau sakit di daerah kewanitaan yang dirasakan saat bercinta. Lantas, mengapa itu bisa terjadi? 

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut kemungkinan penyebab Miss V sakit ketika bercinta.

Kurangnya pelumas dan foreplay

Foreplay itu hal yang wajib, bila enggak melakukan foreplay dan kurang pelumas bisa timbul rasa sakit saat berhubungan intim.

Iritasi atau alergi

Hal ini dapat terjadi karena pemakaian spermisida dan kondom berbahan dasar lateks, atau akibat paparan bahan kimia dari produk sampo dan sabun.

Infeksi

Luka atau infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia, gonore atau herpes genital. Infeksi di area genital atau saluran kemih juga dapat menyebabkan sakit saat berhubungan. Eksim atau masalah kulit lainnya di area genital kita juga bisa menjadi masalahnya.

Miss V kering

Miss V kering dapat terjadi karena turunnya kadar estrogen akibat menopause atau melahirkan, stress, kurang foreplay, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti pil KB atau antidepresan. 

Vaginismus

Kondisi saat otot-otot vagina mengejang dan tertutup rapat. Akibatnya, Miss V harus memaksa masuk dan membuat penetrasi jadi menyakitkan. Rasa nyeri akibat vaginismus dapat berlangsung selama seks berlangsung hingga selesai dan terasa hingga ke panggul. Penyebab terjadinya vaginismus bisa karena adanya alergi, sayatan, atau luka setelah melahirkan.

Vulvodynia

Ini mengacu pada nyeri kronis yang mempengaruhi organ seksual eksternal wanita, yang secara kolektif disebut vulva, termasuk labia, klitoris, dan lubang vagina. Ini dapat terjadi hanya di satu tempat, atau memengaruhi area yang berbeda dari satu waktu ke waktu berikutnya. 

Kelainan bawaan

Masalah yang muncul saat lahir, seperti enggak adanya vagina yang terbentuk sempurna (agenesis vagina) atau perkembangan selaput yang menghalangi lubang vagina (selaput dara imperforata), dapat menyebabkan dispareunia.

Share Artikel:

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan