Ilustrasi kesehatan mental (Unsplash/Priscilla Du Preez)
Gangguan mental bisa saja terjadi pada siapa saja bahkan pada ibu setelah melahirkan. Ini bisa terjadi dalam hitungan hari, minggu atau bahkan lebih lama.
Tentunya kondisi ini tak boleh disepelekan ya Moms. Untuk itu, Moms perlu mengetahui apa saja gangguan mental yang bisa terjadi setelah melahirkan.
Berikut adalah 3 gangguan mental yang terjadi pada ibu setelah melahirkan, dilansir dari berbagai sumber, Rabu (17/11/2021).
Sekitar 40-80% wanita mengalami baby blues syndrome setelah melahirkan. Ini ditandai dengan adanya rasa khawatir atau keraguan berlebih terhadap merawat anak.
Baby blues biasanya berlangsung selama beberapa hari dan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu.
Untuk mengatasi ini, Moms bisa bertukar pikiran dengan sesama ibu atau teman yang mampu memahami beban seorang ibu sehingga dapat membantu pemulihan.
Jika gejala baby blues terjadi lebih dari dua minggu maka bisa jadi kamu tak lagi mengalami baby blues, tetapi depresi pascamelahirkan.
Gangguan ini memiliki gejala yang hampir sama dengan baby blues, tetapi jauh lebih berat.
Penderita depresi pascamelahirkan sering kali tidak mampu mengurus dirinya sendiri, terlebih bayinya. Saat mengalami kondisi ini, kerap kali mereka juga tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari.
Jika Moms mulai mengalami ini, jangan disepelekan ya. Segera periksakan ke psikiater atau psikolog.
Gangguan kesehatan psikologis ini tergolong berat, dan dapat terjadi pada para ibu baru. Psikosis pascamelahirkan dapat terjadi dalam waktu yang cepat, umumnya sekitar tiga bulan pertama setelah melahirkan.
Gejala yang muncul hampir sama dengan baby blues dan depresi pascamelahirkan. Tetapi, penderita psikosis pascamelahirkan juga bisa mengalami halusinasi dan percaya akan hal yang tidak masuk akal.
Ketika Moms mulai mengalami ini, jangan disepelekan. Moms harus segera mendapat pengobatan. Hal ini dikarenakan penderita kondisi ini berisiko menyakiti dirinya atau orang lain, termasuk bayinya.
Biasanya, dokter akan memberikan obat antidepresan, antipsikotik, dan obat yang membantu menstabilkan suasana hati.