Ilustrasi organ reproduksi wanita. (Unsplash/Lana Abie)
Melakukan hubungan intim secara rutin dapat memberikan banyak manfaat. Namun, beberapa pasangan gak bisa rutin melakukan hubungan intim karena satu dan lain hal.
Hal ini tentu menimbulkan beberapa perubahan pada daerah kewanitaan setelah Anda dan pasangan mulai berhubungan intim lagi.
Apa saja itu? Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip dari laman sindikasi Jpnn.com.
Ya, daerah kewanitaan pasti akan sakit ketika Anda mulai bermain cinta lagi.
Hasrat seksual Anda, meski berada di puncaknya, gak akan membuat hubungan ranjang menjadi mulus. Miss V merupakan otot yang tetap fleksibel jika teratur digunakan.
Namun, ketika Anda berhenti menggunakannya, maka otot-otot itu cenderung sedikit kaku, seperti otot betis ketika Anda nggak melatihnya.
Jika Anda menahan diri untuk gak bermain sendiri terlalu lama, ditambah sudah lama gak bercinta dengan pasangan, maka kekeringan pada Miss V bisa menjadi masalah lain yang harus dihadapi.
Ini lagi-lagi bisa membuat bercinta menjadi gak nyaman, karena Anda akan merasakan rasa sakit saat pasangan melakukan dorongan.
Akan memakan waktu bagi Anda untuk mencapai puncak. Jadi, suami harus melakukan sesuatu untuk membantu Anda. Foreplay bisa membantu mengendurkan otot dan membantu kamu mencapai puncak.
Karena terlalu lama gak bercinta, maka hal ini pasti terjadi pada daerah kewanitaan, seperti kekeringan, otot kaku, dan susah mencapai orgasme.
Ini mungkin gak terjadi pada semua orang, tetapi kurang berhubungan ranjang dan terlalu banyak beraktivitas bisa membuat Miss V rentan terhadap infeksi bakteri tertentu karena pH menjadi gak seimbang.
Lihat Sumber Artikel di JPNN.com
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.