Menu

Kupas Tuntas 8 Mitos dan Fakta Obesitas, Salah Satunya Berat Badan Turun Bukan Berarti Dietnya Sukses!

19 November 2021 09:25 WIB

Ilustrasi wanita obesitas sedang berolahraga untuk menurunkan berat badan. (Freepik/prostooleh)

HerStory, Sukabumi —

Kegemukan atau obesitas sebenarnya merupakan penyakit yang enggak bisa disepelekan. Sebab bukan cuma menganggu penampilan, berat badan yang berlebih ini bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan. 

Banyak yang menganggap gemuk tanda kebahagiaan atau kemakmuran, sehingga masih banyak yang menyepelekan kondisi ini karena merasa dirinya masih sehat. Padahal, perlahan namun pasti, kegemukan bisa mendatangkan berbagai penyakit di kemudian hari.  

Untuk itu, dr. RA Adaninggar melalui unggahan di media sosialnya (19/11/2021), mengupas tuntas mitos dan fakta yang masih beredar di masyarakat mengenai kegemukan atau obesitas yang musti diluruskan. . 

Yuk simak ulasan berikut ini Beauty, dibaca sampai tuntas ya! 

1. Karbohidrat Enggak Bikin Gemuk

Karbohidrat selalu disalahkan karena bisa menaikkan berat badan. Ini merupakan hal yang keliru, sebab naiknya berat badan disebabkan oleh total kalori harian yang berlebih.

Karbohidrat tetap dibutuhkan oleh tubuh karena merupakan sumber utama energi dan makanan utama bagi otak, asalkan dikonsumsi secara cukup dan seimbang dengan nutrisi lain serta aktivitas fisik.

2. Diet yang Sukses Itu Sehat 

Kesuksesan dalam menjalani diet selalu dikaitkan dengan berat badan yang turun. Padahal ukuran penting diet justru kesehatan jangka panjang. Pasalnya, jika turunnya berat badan yang dilakukan tak tepat justru memicu masalah kesehatan seperti stres, gangguan hormon, dan komplikasi metabolik. 

3. Makan Buah dan Sayur Bukanlah Kunci 

Untuk mengatasi berat badan berlebih, pelarian utama adalah dengan meningkatkan konsumsi buah dan sayur. Sejatinya buah dan sayur memang harus selalu dikonsumsi karena merupakan sumber serat, vitamin dan mineral. Namun jenisnya juga musti dipilih. 

Pasalnya, kunci menurunkan berat badan prinsipnya adalah diet sehat dan seimbang dibarengi aktivitas fisik yang cukup. 

4. Faktor Genetik Bukan Satu-satunya Penyebab Obesitas

Faktor genetik memang memainkan peran terhadap obesitas. Namun jika sejak dini sudah menjalani pola hidup sehat, mengatasi stres, dan segera mengobati penyakit tertentu, obesitas belum tentu terjadi. 

Karena faktor obesitas bukan cuma karena genetik saja, namun ada faktor lain seperti pola hidup tak sehat, kurang beraktivitas, gangguan hormon atau penyakit tertentu sampai stres.

5. Obesitas Bisa Terjadi pada Siapapun

Banyak mengira orang malas rentan mengalami obesitas karena kurang bergerak. Tak sepenuhnya benar, lantaran ada hal yang yang memicu terjadinya obesitas bahkan pada orang yang aktif bergerak. Bisa jadi dikarenakan genetik, obat-obatan atau penyakit tertentu, dan stres psikis. 

6. Makan Jam Berapun Enggak Bikin Gemuk

Pada prinsipnya penyebab kegemukan adalah total harian kalori yang berlebih. Sehingga makan jam berapapun asalkan total kalori harian enggak berlebih ya tak akan menyebabkan kenaikan berat badan. 

Kendati begitu, tetap dibutuhkan jeda antara waktu makan dan tidur untuk memberi waktu makanan dicerna dan mencegah penyakit lambung.

7. Air Dingin Nol Kalori

Air putih mau di suhu berapapun ia tetap sama sekali enggak mengandung kalori ya, Beauty. Jadi enggak akan bikin gemuk justru membantu perut lebih kenyang jadi meminimalkan konsumsi cemilan. 

8. Diet Rendah Garam Tak Menghilangkan Lemak

Berat badan yang turun saat menjalani diet rendah garam sebenarnya karena berkurangnya volume cairan dalam tubuh bukan kadar lemak. Jadi jangan dulu senang ya, Beauty. Pasalnya diet rendah garam yang berlebih malah berbahaya untuk tubuh terutama otak. 

Dengan begitu untuk mengatasi kegemukan atau obesitas enggak bisa dilakukan sembarang atau sekadar ikut-ikutan. Diperlukan diet yang benar dan sehat, atau lebih baik lagi jika didampingi dokter. 

Artikel Pilihan