Pasangan suami istri. (Pinterest/Freepik)
Fondasi penting dalam sebuah hubungan yang sehat adalah kesetiaan dan ketulusan mencintai pasangan.
Ikatan batin yang kuat antara kedua belah pihak pun dibutuhkan untuk berkomitmen menjaga keutuhan hubungan.
Di sisi lain, kesetiaan berbakti pada pasangan gak lantas membuat salah satu pihak jadi merugi.
Keduanya harus sama-sama rela dan bisa berkorban demi kelanggengan hubungan, bukan demi salah satu pasangannya saja. Berikut tanda-tandanya.
Cinta yang tulus gak akan membuat kamumemaksakan diri sendiri untuk setuju mentah-mentah dengan satu pemikiran saja.
Kamu akan mencoba memahami jalan pikir pasangan sementara mempertimbangkan baik buruknya sambil membandingkannya dengan jalan pikir sendiri.
Sebuah hubungan yang sehat memungkinkan masing-masing pihak tetap memiliki hak pribadi dan kebebasannya sendiri.
Akan ada kalanya di mana pasangan butuh waktu sendiri untuk menghabiskan waktu bersama teman dekat atau keluarganya, dan kamu memakluminya, gak lantas jadi memaksa mengekor agar bisa terus bersamanya.
Meski kalian berdua sama-sama terikat dalam sebuah hubungan, kamu adalah seorang individu mandiri yang berbeda dari si pasangan.
Di sini, kamu masih dapat berpikir rasional bahwa kadang ada hal yang enggak bisa dipaksakan.
Apabila dipaksakan, kamu menyadari bahwa hubungan tersebut malah akan menyakiti salah satu di antara berdua.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.