Olahraga lompat tali atau skipping. (pinterest/freepik)
Olahraga merupakan bagian dari gaya hidup sehat, tapi jika dilakukan secara berlebihan justru bisa mendatangkan penyakit berbahaya bahkan sampai kematian.
Tujuan utama dari berolahraga tentunya untuk mendapatkan kualitas tubuh yang sehat bukan sekadar mendapatkan tubuh yang ideal. Sehingga meminimalkan risiko terkena berbagai penyakit.
Kendati begitu bukan berarti olahraga dapat dilakukan secara sembarang dan menganggap jika frekuensi, durasi dan intensitasnya dinaikkan bisa memberikan hasil yang lebih maksimal.
Pasalnya, olahraga yang dilakukan secara berlebihan malah bisa mendatangkan hasil yang sebaliknya bahkan berujung kematian.
Seperti dilansir dari berbagai sumber (26/11/2021) berikut 3 bahaya nekat berolahraga secara berlebihan.
Olahraga berlebihan bisa berujung penyakit ginjal lantaran otot yang mengalami kerusakan. Pemicunya akibat kerusakan otot tersebut menghasilkan zat yang bisa menghalangi struktur penyaringan ginjal.
Hal ini ditandai dengan tubuh menjadi lemah, nyeri otot, dan urine yang berwarna cokelat gelap.
Olahraga yang dilakukan secara berlebih dengan intensitas tinggi juga bisa meningkatkan risiko kerusakan pada otot jantung. Akibatnya jantung tak dapat lagi memompa darah ke seluruh tubuh.
Bukan cuma itu, bahaya lainnya adalah gangguan irama jantung. Hal ini dikarenakan ketika tubuh mengerahkan tenaga yang besar akan berdampak pada hormon adrenalin dan kortisol yang memicu naiknya tekanan darah.
Tentunya apabila kondisi ini terus berlangsung tanpa adanya pemeriksaan lebih lanjut bisa berujung kematian akibat serangan jantung.
Bukan cuma pada masalah fisik, olahraga berlebih bisa berakibat pada gangguan mental salah satunya OCD (obsessive compulsive disorder).
Tak sampai disitu, masalah medis lain yang mengintai akibat berlebihan dalam berolahraga diantaranya sistem kekebalan tubuh melemah, osteoarthritis, gangguan menstruasi sampai kemandulan, serta pada pria yaitu hipogonadisme.