Menu

Prof. Aman Bhakti Pulungan Ingatkan Pandemi Belumlah Usai: Jaga Anak-anak Kita!

30 November 2021 14:17 WIB

Ilustrasi anak hiperaktif dan autis bermain bersama. (Freepik/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI (Hon.), selaku Executive Director The International Pediatric Association (IPA), mengatakan bahwa semua kelompok umur mengalami dampak negatif dari pandemi Covid-19. Namun, anak-anak berada pada peringkat pertama yang akan mendapatn efek terburuk dan terpanjang jika pandemi Covid-19 tak segera diatasi.

Salah satu dampak pandemi yang berpengaruh terhadap anak adalah terkait kemampuan sosialnya. Kata dr. Aman, kemampuan sosial ini sangat tangguh untuk menghadapi penyakit kronis.

“Dan kita belajar tentang kemampuan sosial itu tidak bisa dari buku. Karenanya saat ini banyak platform-platform edukasi kesehatan seperti Tentang Anak, dll. Ini harus kita bangun bersama. Karena anak Indonesia itu tiap tahun itu lahir 5 juta anak, lalu apa pengaruhnya terhadap pandemi? SDG’s ini sebetulnya banyak sekali pengaruhnya. Poin nomer 2 dalam SDGs yakni menuntaskan kelaparan, mencapai keamanan pangan, dan memperbaiki nutrisi, serta mempromosikan agrikultur yang berkelanjutan. Lalu, poin nomer 3, yakni menjamin hidup yang sehat dan mempromosikan kesejahteraan untuk semua orang segala usia. Dan kita gagal dalam keadaan pandemi ini melakukan atau mengimplementasikan poin SDGs nomer 3 ini,” tutur dr. Aman, saat acara webinar Meet the Professors, sebagaimana dipantau HerStory, belum lama ini.

dr. Aman pun menuturkan, pandemi juga berdampak terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak. Hal ini membuat layanan kesehatan terhambat, seperti imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, deteksi dini tanda dan gejala awal berbagai penyakit, pun ikut kena getahnya.

Terkhusus imunisasi, dr. Aman menjelaskan bahwa imunisasi penting untuk melindungi anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Bahkan, semua negara telah mengakui imunisasi aman dan bermanfaat untuk mencegah sakit berat, cacat, dan kematian.

dr. Aman juga bilang, sebelum pandemi Covid-19, banyak bayi yang terancam terinfeksi penyakit tersebut. Sementara di masa pandemi Covid-19, penyakit tersebut seolah-olah berkurang. Padahal, kata dr. Aman, apabila imunisasi tak dilakukan lengkap, terutama bagi bayi-bayi yang lahir sejak tahun 2020, bisa berpotensi ada wabah baru selain Covid-19

“Good health, imunisasi ini salah satu yang ditargetkan betul-betul. Itu untuk menurunkan kematian bayi dan balita. Ini kita tidak dapat berlanjut lagi, menjadi pandemi. Makanya kematian bayi di kita itu cukup jelek, bahkan di Asia Tenggara. Juga kematian balita di kita juga cukup jelek. Dibanding Srilangka, itu di sana kematian bayinya itu satu digit. Jadi karena kematian bayi di kita cukup tinggi, dan komponen yang meninggal karena Covid-19 itu 30 persennya adalah bayi di bawah 1 tahun, makanya waktu itu IDAI mengatakan salah satu komorbid Covid di Indonesia adalah umur di bawah 1 tahun,” sambung dr. Aman.

Kemudian, dr. Aman mengatakan bahwa peran keluarga sangat penting untuk menciptakan kesehatan mental anak yang sehat. Dikatakannya, kesehatan mental anak di masa pandemi ini bisa terganggu akibat dari disrupsi sekolah dan pembatasan sosial, sehingga menyebabkan perubahan besar bagi kehidupan anak dan remaja.

Gak cuma itu, anak pun tak pelak akan mengalami gangguan kecemasan, karena berkurangnya interaksi langsung dengan teman, perubahan rutinitas sekolah, dll.

“Lalu, anak pun bisa mengalami rasa cemas tehadap kesehatan anggota keluarga dan rasa takut tertular. Dan perlu diketahui bahwa terdapat peningkatan jumlah anak dan remaja yang didiagnosis dengan depresi dan gangguan kecemasan lho saat pandemi ini. Karenanya, peran keluarga sangatlah penting. Keluarga adalah lingkungan terdekat dan menjadi support system yang penting bagi seluruh anggota keluarga, khususnya bagi anak-anak,” papar dr. Aman.

Karenanya, kata dr. Aman, inovasi penanganan pandemi dan mempersiapkan diri untuk pandemi-pandemi berikutnya itu sangat dibutuhkan saat ini.

“Namanya WHO Hub For Pandemic and Epidemic Intelligence. Seperti prediksi, prevalensi, kesiapan, respon, pemulihan. Lalu, pandemic & epidemic intelligence, data yang lebih baik, ananlisis yang lebih baik, dan keputusan yang lebih baik. Dan saya rasa ini sudah dilakukan oleh Pak Menteri Kesehatan saat ini. Jadi intinya, tanggung jawab kita sangat besar, bukan hanya untuk anak dan cucu kita sendiri, tapi untuk bangsa. Ingat pandemi ini belum selesai, dan anak ini adalah human capital yang dititipkan kepada kita sebagai amanah, jangan dibawa asal-asalan sehingga dia terinfeksi. Jagalah mereka dengan baik!,” tegas dr. Aman.

Artikel Pilihan