Ilustrasi berendam air panas (Bagaznika.net/edited by HerStory)
Bagi kami yang menyukai tantangan ketika bercinta, seks di dalam air bisa menjadi pilhan menyenangkan, intim dan memberikan sensasi berbeda. Namun, berhubungan seks di dalam air juga dapat menghadirkan masalah keamanan.
Melansir dari Medical News Today, pasangan yang melakukan hubungan seks di air harus waspada terhadap potensi cedera atau kerusakan akibat terpeleset, jatuh, atau tenggelam.
Gak hanya itu saja, berhubungan seks di air juga mempunyai banyak risiko kesehatan, terutama untuk wanita. Air danau, sungai, laut, dan kolam semuanya mengandung bakteri seperti e-coli atau salmonella.
Bakteri ini tentu bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti diare dan demam. Masalah lebih parah mungkin akan terjadi jika bakteri ini masuk ke saluran kemih. Ketika berhubungan seks, ada saatnya ketika uretra akan terbuka sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
“Campuran bahan kimia dan air hangat adalah tempat berkembang biak yang nyaman bagi bakteri berbahaya,” kata Dr. Diana Hoppe, seorang ginekolog di California.
Selain ke saluran kemih, bakteri maupun kuman pun bisa masuk ke miss v.
"Ada kesempatan bakteri itu akan terdorong ke dalam organ intim perempuan dan tubuh," ujar ahli kesehatan wanita, Jennifer Wider, sebagaimana dikutip Akurat.co.
Meski begitu, Dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, M.Kes (MMR) mengatakan bahwa sebenarnya miss v secara alami dapat memproteksi kuman yang ada dalam air agar gak terbawa masuk.
Sementara air kolam dan bathtub mungkin lebih aman karena berisiko kecil mengandung bakteri dan kuman berbahaya. Namun, air di kolam atau bathtub umumnya mengandung klorin.
Kondisi air ini bisa mengganggu pH vagina yang mendorong berbagai bakteri untuk tumbuh di dalam, khususnya jamur Candida, berujung pada iritasi dan vaginosis (infeksi bakteri vagina).
"Apa pun yang mengganggu kadar keasaman bisa meningkatkan risiko infeksi jamur," ujar ginekolog Jessica Sheperd.
Berhubungan seks di air juga cenderung menyakitkan dan menyebabkan luka pada vagina. Pasalnya, air akan membilas lubrikan alami pada vagina. Sebagai alternatif, kamu bisa memakai pelumas berbasis silikon yang juga sering terdapat di kondom lateks.
"Seks bisa sangat tidak nyaman di dalam air. Belum lagi hal tersebut bisa berisiko lecet pada miss v," kata Dr Neha Bhardwaj di Mt. Sinai Hospital St. Luke.
Risiko lainnya adalah terkena infeksi menular seksual (IMS). Berhubungan seks di air gak akan membantu mencegah infeksi IMS tetapi malah meningkatkan kemungkinannya.
Pasalnya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa vagina yang kering dan klorin dalam air meningkatkan risiko kondom pecah. Jika salah satu dari kalian memang memiliki IMS, ini akan menyebabkan penularan infeksi berbahaya. Oleh sebab itu, gunakanlah kondom yang terpercaya dan tahan digunakan di air.
“Ketika kondom digunakan untuk bercinta di dalam air, kondom itu harus dikeluarkan dari air dan juga dilepas begitu keluar dari air," kata dokter dan seksolog Dr. Catherine Solano.
Solano menambahkan, tak peduli apakah kamu berada di darat atau air, selalu pastikan kamu telah melakukan tes IMS dan bersih dari berbagai infeksi menular seksual sebelum berhubungan seks. Jika belum, atau masih suka berganti pasangan, gunakanlah kondom!
Itulah beberapa hal yang wajib kamu perhatikan bila ingin berhubungan seks di air. Ingat, jika kamu berhubungan seks di air, jangan melakukan posisi akrobatik yang berlebihan. Sementara di bathtub, disarankan menggunakan permukaan anti-selip atau bahkan palang untuk pegangan.
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.