Menu

Jarang Disadari! Yuk Ketahui Retinopati Diabetik, Komplikasi Diabetes pada Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan

09 Desember 2021 18:15 WIB

Mata kering. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Jakarta —

Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai penyakit diabetes. Pasalnya diabetes menjadi salah satu penyakit kronis yang menyumbang angka kematian tertinggi di Tanah Air.

Namun, mungkin masih belum banyak yang mengenal Retinopati Diabetik, yakni komplikasi mikrovaskuler paling umum dari diabetes yang ditandai dengan masalah penglihatan atau kehilangan penglihatan.

Dilansir dari Boldsky (9/12/2021) retinopati diabetik disebabkan oleh penyakit diabetes yang tak dikelola atau dikontrol dengan baik dan seharusnya sehingga menyebabkan masalah mata. Diabetes adalah suatu kondisi kronis di mana kadar glukosa atau gula dalam tubuh menjadi tinggi yang menyebabkan berbagai masalah, termasuk kerusakan pada pembuluh darah kecil.

Mata mengandung banyak pembuluh mikro atau pembuluh kecil yang membantu mengangkut darah ke berbagai bagiannya. Glukosa tinggi di pembuluh darah meningkatkan tekanan darah di pembuluh ini yang menyebabkan penyempitannya, bersama dengan kerusakan pada lapisan dalamnya.

Akibatnya, arteri merespon dengan membentuk lapisan seperti plak untuk mengisi kerusakan arteri, dan menyebabkan penyumbatan di pembuluh kecil yang mencegah suplai darah ke mata. Juga, ketika mata mencoba menumbuhkan pembuluh darah baru, mereka tak tumbuh dengan baik sehingga menyebabkan masalah kebocoran. Hal ini menyebabkan retinopati diabetik.

Biasanya retinopati diabetik menyebabkan masalah, seperti glaukoma, katarak, papilopati diabetik, dan gangguan permukaan mata. Deteksi dini dan manajemen kadar glukosa yang ketat adalah kunci untuk menghindari kerusakan retina atau kebutaan yang terkait dengan retinopati diabetik.

Retinopati diabetik diklasifikasikan menjadi dua tahap utama berdasarkan perkembangannya:

1. Retinopati diabetik non-proliferatif (NPDR)

Ini adalah tahap awal retinopati diabetik dan terjadi pada kebanyakan penderita diabetes. NPDR dikembangkan ketika pembuluh darah yang memasok retina (dan mata) Anda terhalang. Hal ini menyebabkan mikroaneurisma (tonjolan kecil), perdarahan dan eksudat keras terbentuk di seluruh pembuluh yang tersumbat karena gagal mendorong darah keluar. Pembengkakan dan penyumbatan suplai darah di mata mengakibatkan penglihatan kabur atau buruk.

2. Retinopati diabetik proliferatif (PDR)

Ini adalah stadium lanjut dari retinopati diabetik. Begitu penyakit telah berkembang pesat dan sejumlah besar arteri tersumbat, pembuluh darah baru mulai berkembang dari yang tersumbat ini. Hanya saja, mereka adalah pembuluh darah abnormal dan gagal memasok darah ke mata dengan benar, dan malah membocorkan darah dan cairan ke dalam jeli bening bola mata (vitreous humour). Hal ini menyebabkan floaters gelap dan kemudian kehilangan penglihatan.

Retinopati diabetik berkembang dari waktu ke waktu. Pada tahap awal, pasien mungkin asimtomatik (tak ada gejala) dan menunjukkan gejala hanya ketika penyakit telah berkembang jauh.

Beberapa gejala retinopati diabetik antara lain:

Penglihatan kabur

Bidang penglihatan yang berfluktuasi

Floaters, yakni garis/bintik gelap yang melayang melewati bidang penglihatan Anda karena pendarahan darah di vitreous humor mata

Kebutaan warna

Penglihatan malam yang buruk

Kebutaan

Faktor Risiko Retinopati Diabetik

Usia pasien

Kadar gula darah

Durasi menyandang diabetes

Tekanan Darah Tinggi

Kolesterol Tinggi

Kehamilan

Faktor lain, seperti masa pubertas, merokok, stres oksidatif maupun faktor genetik

Artikel Pilihan