Toxic relationship (Pinterest/Edited by HerStory)
Dalam sebuah hubungan yang sudah lama hingga bertahun-tahun, seringkali berbicara tanpa berpikir.
Hal ini karena sudah merasa nyaman satu sama lain, sehingga dapat berbagi apapun yang ada di pikiran, tanpa diolah atau dipikirkan terlebih dulu.
Nyatanya hal ini bisa berdampak negatif. Sebab, pernyataan spontan dapat disalahartikan dan kata-kata yang diucapkan bisa membuat pasangan sakit hati, bahkan tanpa menyadari efek dari kata yang telah diucapkan.
Berikut empat kalimat toxic atau beracun, yang sering kamu ucapkan tanpa disadari ke pasangan.
Respons semacam ini mungkin bermaksud baik, kamu mencoba membantu pasangan dengan cara melihat dari sisi yang positif, berharap dia akan melihat apapun yang dialami bukan masalah yang besar.
Akan tetapi, menurut Terapis Pernikahan dan Keluarga Amanda Baquero, mengatakan bahwa pernyataan ini dapat membuat orang gak nyaman saat menghadapi situasi yang penuh emosi.
“Jika ingin mendukung pasangan selama masa sulit, cobalah mengatakan sesuatu seperti, 'Kedengarannya sulit. Aku bisa melihat mengapa kamu merasa seperti itu. Kita bisa melewati ini bersama-sama,'” ujar Amanda seperti yang dikutip dari Help Guide.
Sangat mudah mengatakan "cara kamu salah" saat frustrasi dengan kelakuan pasangan yang salah, alias berbeda dari yang kamu lakukan.
Ternyata mengungkapkan nasihat dengan cara ini dapat membuat pasangan merasa diremehkan. Untuk itu, kamu bisa mengatakan, "Sepertinya kamu mengalami kesulitan dengan ini. Aku punya ide yang mungkin bisa membantu. Kamu ingin dengar?"
Pernyataan seperti "Aku sudah muak" atau "Aku ingin cerai" atau bahkan "Aku benci kamu" ini, bisa sangat merusak bahkan jika kamu gak bermaksud demikian hanya sebatas emosi.
Saling marah adalah hal yang wajar. Akan tetapi menyerang dan mengatakan hal-hal ekstrem di saat yang emosi, itu tidak sehat.
Ketika berada di puncak stres, itu adalah waktu yang tidak tepat untuk membicarakan apa yang dirasakan dan dipikirkan. Lebih baik tenang telebih dulu, lalu kembali mendiskusikan apa yang sedang terjadi.
Ketika pasangan merasa kesal dan kamu mengabaikannya, dengan bersikeras kamu bilang dirinya terlalu sensitif atau emosional, hal itu gak berguna.
Bahkan, jika kamu gak sepenuhnya memahami atau setuju dengan sudut pandangnya, cobalah untuk tidak menghakimi.
Pernyataan tulus seperti "Aku bisa mengerti mengapa itu menyakitimu" bisa sangat membantu membuat pasangan merasa didengar dan nyaman dengan emosinya.
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.