Ilustrasi anak sering pipis gejala dari diabetes mellitus. (Freepik/maria_sbytova)
Diabetes merupakan penyakit kronis yang umumnya menyerang orang dewasa. Namun, ternyata diabetes juga bisa dialami oleh anak-anak dan juga remaja lho, terutama bila dimulai pada usia yang sangat dini.
Biasanya diabetes yang menyerang anak-anak termasuk dalam jenis Diabetes tipe 1 sering terjadi pada anak-anak, suatu kondisi autoimun di mana sel beta pankreas dihancurkan, menyebabkan produksi insulin tak mencukupi dan menyebabkan kadar gula darah tinggi.
Meskipun diabetes tipe 2 juga bisa berisiko pada anak-anak karena obesitas, itu prevalensinya lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa.
Diagnosis dini dan pengobatan awal anak-anak dengan diabetes sangat penting. Diabetes tipe 1 menunjukkan gejala dengan cepat dalam beberapa minggu sementara gejala diabetes tipe 2 berkembang perlahan seiring waktu. Orang tua harus mewaspadai gejala diabetes pada anak, yang terkadang sulit dideteksi.
Berikut beberapa gejala diabetes yang terjadi pada anak seperti dilansir dari boldsky (13/12/2021):
Polidipsia atau rasa haus yang berlebihan bisa disebabkan karena diabetes insipidus pada anak. Pada diabetes tipe ini, terjadi ketidakseimbangan cairan dalam tubuh yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan, meskipun sudah banyak minum air.
Poliuria sering diikuti oleh polidipsia. Ketika glukosa tubuh melonjak, ginjal memberi sinyal untuk mengeluarkan glukosa ekstra dari tubuh melalui buang air kecil.\
Hal ini menyebabkan poliuria, yang pada gilirannya menyebabkan kebutuhan yang berlebihan untuk minum air atau polidipsia.
Jika Anda mengamati bahwa anak terus merasa lapar sepanjang waktu, dan bahkan asupan makanan yang berlebihan tak dapat membuatnya kenyang, segera konsultasikan dengan ahli medis karena itu mungkin merupakan tanda diabetes.
Tanpa insulin, tubuh tak dapat menggunakan glukosa untuk energi, dan kekurangan energi ini menyebabkan peningkatan rasa lapar.
Gejala lain diabetes mellitus pada anak-anak adalah penurunan berat badan yang tak dapat dijelaskan apa penbyebabnya. Anak-anak yang menderita diabetes cenderung kehilangan banyak berat badan dalam waktu yang sangat singkat. Ini karena, ketika konversi glukosa menjadi energi dibatasi karena produksi insulin yang rendah, tubuh mulai membakar otot dan menyimpan lemak untuk energi, menyebabkan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Napas berbau buah-buahan disebabkan oleh ketoasidosis diabetik (DKA), suatu kondisi yang muncul karena kurangnya insulin dalam tubuh. Ini bisa menjadi gejala diabetes yang fatal pada anak-anak.
Di sini, tanpa adanya glukosa, tubuh mulai membakar lemak untuk energi dan prosesnya menghasilkan keton (asam darah). Bau khas keton dapat diidentifikasi dengan bau seperti buah saat bernapas.