Ilustrasi kanker serviks (Freepik/Edited By HerStory)
Kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang mengancam nyawa kaum wanita. Di Indonesia sendiri, kanker serviks berada di posisi kedua penyakit ganas yang diderita oleh wanita setelah kanker payudara. Sesuai data GLOBOCAN, 2018 untuk wanita di Indonesia berkisar 32.469 kasus (17.2%) dengan angka kematian 18.279 (8.8%).
Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengenal lebih lanjut terkait kanker serviks, bagaimana gejalanya serta cara pencegahannya. Untuk itu, HerStory berbicang dengan dr. Choirurrizqi, Sp.OG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Rumah Sakit Brawijaya Antasari.
"Kanker serviks itu disebabkan oleh virus virus yang bernama Human papillomavirus atau biasanya yang kita kenal dengan singkatan itu HPV," beber dr. Rizqi saat live instagram bersama dengan HerStory.
dr. Rizqi pun menjelaskan bahwa HPV ini sebetulnya enggak selalu menyebabkan kanker. Ada juga golongan yang tak ganas sehingga menyebabkan Kondiloma Akuminata atau yang dikenal dengan kutil kelamin.
Kanker serviks itu disebabkan oleh infeksi menular melalui hubungan sesksual. Jadi jalur utamanya adalah hubungan seksual hingga virus HPV itu masuk ke dalam tubuh. Bukan hanya pada wanita, virus HPV itu juga ternyata ada pada laki-laki lho.
"Jadi ceritanya adalah kalau kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV masuk ke tubuh kita salah satu caranya adalah dengan cara melalui hubungan seksual," ungkap dr. Rizqi.
"Nah tapi nggak selalu serta merta dengan hubungan seksual yang misalnya hanya satu kali atau dua kali itu langsung terjadinya infeksi dari kanker serviks. Jadi infeksi itu akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya frekuensi melakukan hubungan, terutama jika melakukan hubungan dengan banyak pasangan yang istilahnya dikenal sebagai multiple partner," tukas dr. Rizqi lagi.
dr. Rizqi memaparkan ada dua jenis kanker serviks, yakni Karsinoma sel skuamosa (KSS) dan juga Adenokarsinoma.
"Kanker serviks ada dua jenis, pertama ialah karsinoma sel skuamosa itu yang berasal dari istilahnya adalah dari bagian luar dari mulut rahim atau yang kita biasanya kenal dengan ectoserviks. Dan jenis kanker serviks yang kedua itu Adenokarsinoma. Jadi secara singkatnya penyebabnya ada dua, ada yang dari ecto serviks dan endo serviks yang sama-sama dari virus HPV," terang dr. Rizqi.
dr. Rizqi pun menjelaskan bahwa HPV itu ada yang kadarnya ringan atau lowrisk dan ada juga yang high risk. HPV yang menyebabkan kanker serviks itu pada umumnya berada pada tipe 16 dan 18.
Untuk yang sudah aktif secara seksual, gejala yang harus dicurigai secara umum ialah disebut dengan pendarahan setelah terjadi hubungan seksual atau pendarahan di luar masa menstruasi.
Enggak hanya itu, dr. Rizqi juga mengatakan ada juga yang mengeluhkan keputihan dan seiring berjalanya waktu menyebabkan pendarahan hingga menimbulkan bau. Selain itu, ada juga nyeri perut karena adanya rongga berisi darah.
"Untuk perempuan yang memiliki kecurigaan, misalnya ada 4 gejala itu bisa dilakukan pemeriksaan anamnesis mengetahui tanda-tanda kanker serviks," imbau dr. Rizqi.
Untuk diagnosis, dr. Rizqi mengatakan biasanya dilakukan pemeriksaan dalam dengan menggunakan cocor bebek untuk melihat dari keadaan leher rahim. Perjalanan kanker serviks berawal dari leher rahim, jadi kalau dilihat ada masalah di leher harim bisa segera ditangani.
"Untuk kanker serviks itu sendiri tidak ada kaitannya dengan keturunan. Jadi mungkin yang harus kita tekan kan ialah bahwa yang ada kaitannya dengan masalah keturunan adalah jenis kanker lainnya kanker ginekologi lainnya, seperti kanker ovarium dan kanker endometrium," kata dr. Rizqi.
Kedua jenis kanker inilah yang memiliki kaitan erat hubungannya dengan faktor keturunan sehingga perlu diketahui kalau misalnya orang tua atau keluarga memiliki riwayat.