Ilustrasi virus Corona (Pixabay/Edited by HerStory)
Lonjakan kasus varian Omicron tengah terjadi di berbagai negara. Di Indonesia juga sudah mulai bertambah kasus infeksi varian Omicron yang mulai bertransmisi secara lokal.
Hal itu juga didasari dengan banyaknya orang yang tak sadar gejala awal varian Omicron. Karena semakin banyak kasus varian Omicron terdeteksi, para ahli menyadari gejalanya dapat bervariasi.
Gejala Omicron mungkin tak sama dengan gejala umum virus corona varian sebelumnya. Namun, baru-baru ini laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah menemukan ada gejala khas dari Omicron yang perlu diwaspadai.
"Bahwa batuk adalah 'tanda awal' dari varian Omicron yang dikatakan ada di sekitar 89 persen kasus yang diselidiki. Dilaporkan batuk kering dan tenggorokan gatal berkaitan dengan varian Omicron, bukan batuk berdahak," tulis para peneliti dikutip dari Express (29/12/2021).
Selain itu, ada juga gejala awal lainnya, termasuk kelelahan, hidung tersumbat atau pilek.
Sejauh ini tampaknya gejala Omicron lebih ringan daripada varian virus sebelumnya. Meski begitu, tak bisa dielakkan bahwa varian Omicron tampaknya lebih menular.