Menu

Berbeda dengan Orang Dewasa, Ini Gejala Varian Omicron yang Terjadi pada Anak

30 Desember 2021 11:00 WIB

Ilustrasi anak sakit terpapar Covid-19. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Bandung —

Varian Omciron kini menjadi salah satu varian yang sedang diwaspadai. Pasalnya, varian Omicron memiliki gejala yang tak biasa dari varian Covid-19 sebelumnya. 

Sejauh ini, gejala varian Omicron pada orang dewasa telah banyak dianalisa oleh peneliti. Namun, gejala pada anak-anak pun masih belum jelas.

Gejala varian Omicron pada orang dewasa ini ditemukan, setelah sebuah studi menunjukkan varian virus corona ini hanya menyebabkan gejala ringan dan tidak meningkatkan risiko rawat inap seperti varian Delta. Namun bagaimana dengan gejala pada anak-anak? Yuk, simak penjelasan berikut, dilansir dari Suara.com, Kamis (30/12/2021).

Gejala Varian Omicron pada Anak-anak

Para ahli kesehatan berulang kali mengatakan suntikan booster vaksin Covid-19 bisa melindungi orang-orang dari varian Omicron, sehingga ini akan menjadi kesempatan baik untuk melewati pandemi.

Di tengah jumlah kasus varian Omicron yang meningkat, seorang dokter umum dari London mengaku melihat anak-anak yang lebih muda mengalami ruam ketika berjuang melawan varian virus corona baru.

Dr David Lloyd mengaku melihat sekitar 15 persen anak-anak dengan varian Omicron yang mengembangkan bintik-bintik merah di badan. Mereka juga menderita sakit kepala dan kehilangan nafsu makan yang merupakan gejala umum varian Omicron pada orang dewasa.

"Perbedaan gejala varian Omicron ini cukup penting dikenali. Tapi, kami berharap varian itu tidak mematikan seperti varian Delta. Kita pun berharap bisa mengatasinya," kata Dr David Lloyd dikutip dari The Sun.

Dr David Lloyd mengaku dirinya dan rekannya telah mempelajari lebih banyak tentang virus. Mereka memiliki sekelompok kecil pasien virus corona yang mengalami ruam aneh, tetapi 15 persen anak-anak dengan varian Omicron mengalami ruam yang tidak biasa.

Sebelumnya, NHS mengatakan 3 gejala utama virus corona Covid-19 termasuk batuk terus-menerus baru, kehilangan indera penciuman dan perasa, serta suhu tinggi.

Tetapi, para ahli di studi aplikasi ZOE Symptom Track mengatakan kebanyakan orang dengan varian Omicron tidak menunjukkan gejala umum.

Data dari aplikasi menunjukkan orang yang terkena varian Omicron biasanya menunjukkan gejala dalam waktu 48 jam setelah terinfeksi. Gejala varian Omicron ini termasuk pilek, tenggorokan kering atau gatal, sakit kepala, kelelahan dan bersin.

Nyeri punggung bawah, nyeri otot dan keringat malam juga merupakan gejala utama varian Omicron. Profesor Tim Spector dari King's College London, mengatakan orang perlu menyadari bahwa varian virus corona ini telah berubah menjadi penyakit mirip flu biasa.

Selain khawatir terinfeksi virus corona, kebanyakan orang menderita pilek selama bulan musim dingin sehingga akan lebih sulit membedakan gejalanya dengan varian Omicron.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Artikel Pilihan