Ilustrasi pandemi yang belum juga usai. (Pinterest/Freepik)
Belum lama ini masyarakat kembali dibuat khawatir sebab diumumkannya kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Hingga kini (30/12/2021) sudah ada 68 kasus yang terjadi di negeri ini.
Di sisi lain, banyak ahli kesehatan yang menyebut bahwa varian ini tak lebih berbahaya dibandingkan Covid-19 Delta. Apakah benar demikian, Moms?
Dokter Santi dari Medical Centre Kompas Gramedia menegaskan bahwa virus ini masih baru. Oleh karena itu, penelitian terkait penyakit ini masih terus dikembangkan.
“Bahkan pasien saya dengan polosnya bertanya ‘emang Covid-19 masih ada, Dok?’, dan saya tahu dia benar-benar bertanya bukan bercanda,” ungkapnya dilansir dari kanal YouTube Senora FM.
Meski banyak yang menyebut bahwa virus ini tak terlalu berbahaya., dr/ Santi menyebut bahwa pihaknya belum bisa berkomentar banyak. Pasalnya, meski terlihat ringan virus ini tak boleh disepelekan.
“Baru ditemukan di akhir November, kalau tidak salah minggu ketiga November sehingga mungkin yang bisa saya jawab berdasarkan data dari berbagai negara, kelihatannya ringan memang,” tegas dr. Santi.
Data dari negara yang terdapat banyak kasus Covid-19 Omicron menunjukkan bahwa gejala yang ditimbulkan memang lebih ringan. Kendati demikian, dr. Santi mengimbau masyarakat untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan.
“Tetapi bahwa kita harus lalai dan mengabaikan protokol kesehatan dan lainnya, itu hal yang lain lagi, kita tidak boleh ‘ah cuma gitu doang, santai saja’. Karena ingat ini data sementara, kalau dibilang selamanya akan seperti ini, kan enggak tahu juga,” tambahnya.