Menu

Duh, Ngeri! Ini Loh Moms Bahaya Krim Pemutih Abal-Abal

31 Desember 2021 07:45 WIB

Ilustrasi cara mengetahui skincare abal-abal. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Rembang —

Siapa sih yang gak mau punya kulit putih, bersih, dan glowing, Beauty? Tentu kamu pun menginginkannya, ya? Sehingga banyak cara dilakukan hingga menggunakan krim pemutih abal-abal.

Meski dinyatakan bahaya, masih banyak lho Beauty, wanita yang memutihkan wajah dengan krim pemutih abal-abal.

Alih-alih putih lebih cepat, padahal penggunaan krim pemutih abal-abal justru memberikan dampak yang buruk untuk kesehatan.

Wajah putih tak normal bahkan memerah saat terken sinar matahari

Kalau kamu perhatikan, wanita yang menggunakan krim pemutih abal-abal wajahnya akan terlihat lebih putih. Bukan putih normal, tapi warna putih pucat yang tak seimbang dengan warna leher.

Nah, lama-kelamaan warna putih ini akan berubah menjadi ashy, sama seperti kalau kamu mengaplikasikan foundation dan bedak yang salah warna ke wajahmu.

Baca Juga: WOW! Kulitmu Bisa Glowing Cuma Pakai Bahan Dapur Ini Lho

Tak hanya itu saja, wajah yang menggunakan krim pemutih abal-abal juga akan nampak memerah layaknya udang. Apalagi kalau terkena sinar matahari. Kalau di teruskan, wajah justru akan infeksi, lho. Gak kebayang deh!

Timbul masalah baru pada wajah

Cara memutihkan wajah dengan krim pemutih abal-abal juga akan makin merusak wajah, lho. Biasanya akan muncul breakout dan komedo sebagai bukti kondisi kulit yang down dan stres. 

Bisa juga muncul flek hitam karena krim pemutih abal-aba mengandung banyak sekali zat-zat berbahaya.

Meski awalnya kulit terlihat bersinar dan putih, tapi efek dalam jangka anjang akan membuat wajah kusam. Belum lagi, kamu juga akan ketergantungan sehingga kulit akan rusak kalau menghentikan pemakaian. 

Dampak bagi kesehatan

Tak hanya berdampak buruk bagi kulit,  melainkan juga berdampak buruk untuk kesehatan tubuh. Apalagi penggunaan krim abal-abal yang mengandung zat-zat berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, steroid, rhododenol, kombinasi hidrokinon, kortikosteroid, dan retinoic acid, serta Ascorbic acid (vitamin C).

Penyakit seperti rusaknya fungsi ginjal, sistem saraf, dan masalah psikologis disebabkan oleh merkuri. Hidrokinon dalam kadar tinggi menyebabkan hiperpigmentasi, yaitu matinya sel penghasil melanin, dan kulit menjadi biru kehitaman.

Sedangkan steroid memiliki efek samping seperti pembuluh darah kapiler nampak pada permukaan kulit akibat tipisnya lapisan kulit, jerawat, dan memperlambat penyembuhan luka.

Efek lain yang ditimbulkan, seperti:

  • Bercak-bercak putih pada kulit
  • Penipisan kulit
  • Warna kulit berubah merah muda
  • Memperberat kerja ginjal hingga memicu gagal ginjal
  • Menyebabkan batu ginjal
  • Pusing-pusing
  • Pingsan
  • Gangguan pada janin.

Artikel Pilihan