Menu

Catat! Anak yang Punya Komorbid Asma Boleh Vaksin, Asal…

31 Desember 2021 11:48 WIB

Ilustrasi anak menderita asma dan diberi tindakan inhalasi nebulisasi (HerStory/Riana)

HerStory, Bogor —

Vaksinasi Covid-19 untuk anak umur 6 hingga 11 tahun telah resmi digelar di segala penjuru Tanah Air. Namun, sebelum anak mendapatkan vaksinasi Covid-19, orang tua harus paham, bahwa terdapat syarat yang harus diperhatikan terutama bagi pemilik penyakit penyerta.

Lalu, apakah anak si calon penerima vaksin yang punya penyakit asma boleh vaksin Covid-19?

Terkait hal itu, Dokter Anak dari RS St. Carolus Jakarta, dr. Martina Siboe, SpA., mengatakan bahwa para anak yang menderita asma boleh mendapatkan vaksin Covid-19. Tapi, tentunya dengan syarat yang harus diperhatikan.

Menurutnya, jika anak yang menderita penyakit asma hendak divaksin, perlu dipastikan kondisinya dalam keadaan baik. Selain itu, gejala penyakit muncul kurang dari dua kali dalam satu minggu.

“Sebenarnya, asma itu sendiri kan dia masuk ke dalam kategori alergi ya. Jadi kalau misal asmanya terkontrol, dia tidak perlu minum obat-obatan tertentu, tidak ada alergi berat yang mengancam terjadinya reaksi alergi seperti anafilaktik, itu yang sebenarnya boleh-boleh aja divaksin. Tapi, sebaiknya orang tua berkonsultasi dulu ke dokter yang merawatnya. Dengan begitu, dokter akan mempertimbangkan apakah kondisi si anak termasuk yang punya penyakit asma boleh vaksin Covid-19 atau tidak. Kalau misalnya penyakitnya berisiko, lakukanlah vaksinasi di RS oleh dokter yang menangani penyakitnya,” tutur dr. Tina, saat sesi InstaLive “Serba-serbi Vaksin COVID-19 untuk anak 6-11 Tahun”, sebagaimana dipantau HerStory, baru-baru ini.

Sebelumnya, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) juga telah memberikan rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac. Terutama untuk menentukan apakah orang yang punya penyakit asma boleh vaksin Covid-19 atau tidak.

Dalam keterangan resmi PAPDI, orang atau anak dengan asma bronkial yang terkontrol boleh menerima vaksin Covid-19. Namun, jika dia dalam keadaan asma akut, disarankan untuk menunda vaksinasi sampai kondisinya terkontrol dengan baik.

Lebih lanjut,dr. Tina pun mengatakan bahwa jika anak  sedang mengalami gejala demam, batuk, dan flu, pun tidak disarankan untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Bahkan, alangkah lebih baik jika anak tersebut istirahat saja dan tidak datang ke lokasi vaksin meskipun hanya gejala flu sangat ringan.

“Kalau kita ngomong tentang persiapan vaksin ya, kan ada persiapan si anak,. Ada lagi sebelum vaksin, dan pada saat vaksinasi itu ada skrining. Jadi pada kondisi apa anak ditunda untuk vaksinasi, salah satunya demam. Jadi kalau demam, tunda dulu ya supaya nanti antibodi yang ditimbulan bisa optimal. Jangan kemudian lagi demam terus si anak diminumin obat biar gak demam dan biar bisa divaksin, jangan. Justru biarkan dulu sembuh, sehingga reaksi badannya anak terhadap vaksinasi ini bisa optimal gitu. Gak cuma demam, yang pasti anak yang sedang batuk, pilek, nyeri tenggorokan, itu sebaiknya ditunda dulu. Berapa lama? Itu sampai dia sembuh total, atau berkisar 1-2 minggu,” jelas dr. Tina.

Artikel Pilihan