Ilustrasi otak yang mulai mengalami kerusakan karena kebiasaan buruk. (Freepik/asier_relampagoestudio)
Apakah Moms mengidap tekanan darah tinggi? Kondisi ini tak bisa diabaikan lho Moms. Pasalnya tekanan darah tinggi ini bisa merusak tubuh secara perlahan.
Tekanan darah tinggi yang tak terkontrol bisa menyebabkan kecacatan, kualitas hidup yang buruk, atau bahkan serangan jantung atau stroke yang fatal. Tak hanya itu, tekanan darah tinggi juga bisa memicu kerusakan pada otak dan ginjal.
Beberapa efek negatif tekanan darah tinggi pada otak yang harus diwaspadai, yaitu:
Serangan iskemik transien juga bisa disebut ministroke, Moms. Konsisi ini bisa menyebabkan gangguan sementara pada suplai darah ke otak. Jadi stroke iskemik ii adalah awal dari stroke yang parah.
Stroke terjadi ketika bagian dari otak kekurangan oksigen, sehingga menyebabkan sel-sel otak mati. Pembuluh darah yang rusak akibat tekanan darah tinggi bisa menyempit, pecah, atau bocor.
Selain itu, tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan gumpalan darah terbentuk di arteri yang menuju ke otak, sehingga menghalangi aliran darah dan berpotensi menyebabkan stroke.
Arteri yang menyempit atau tersumbat bisa membatasi aliran darah ke otak, ya MOms. Kondisi ini bisa menyebabkan jenis demensia tertentu (semensia vaskular).
Baca Juga: Gampang Lupa, Golongan Darah Ini Berisiko Terkena Penyakit Demensia
Seperti yang telah kita ketahui bahwa ginjal berfungsi menyaring kelebihan cairan dan limbah dari darah. Nah, tekanan darah ini bisa merusak pembuluh darah di dan mengarah ke ginjal. Akibatnya, hal ini bisa menimbulkan dampak negartif pada ginjal, seperti:
Jenis kerusakan ginjal ini terjadi saat pembuluh darah kecil di dalam ginjal memicu bekas luka sehingga tak bisa secara efektif menyaring cairan dan limbah dari darah. Akibatnya, kondisi ini bisa menyebabkan gagal ginjal.
Tekanna darah tinggi menjadi salah satu penyebab paling umum dari gagal ginjal, lho MOms. Pasalnya, pembuluh darah yang rusak mencegah ginjal menyaring limbah secara efektif dari darah. Hal inilah yang memicu tingkat cairan dan limbah yang berbahaya menumpuk.