Ilustrasi wanita sedang sakit radang tenggorokan. (pinterest/freepik)
Covid-19 varian Omicron disebut lebih cepat menyebar dan berbahaya. Makanya, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi Covid-19.
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa Covid-19 varian Omicron ini lebih mungkin menginfeksi tenggorokan daripada paru-paru. Hal inilah yang membuat Omicron jadi lebih menular dari varian sebelumnya.
Melansir dari The Guardians, profesor virologi di University College London, Deenan Pillay mengatakan bahwa hasil dari semua mutasi yang membuat Omicron berbeda dari varian sebelumnya adalah ia mungkin telah mengubah kemampuannya untuk menginfeksi berbagai jenis sel.
"Intinya, tampaknya lebih bisa menginfeksi saluran pernapasan bagian atas, sel-sel di tenggorokan. Jadi, itu akan berkembang biak di sel-sel di sana lebih mudah daripada di sel-sel jauh di dalam paru-paru," ujar Pillay.
Menurutnya, jika virus menghasilkan lebih banyak sel pada tenggorokan, maka itu yang membuatnya makin mudah menular. Sebaliknya, virus yang menginfeksi jaringan paru-paru akan berpotensi lebih berbahaya, tapi kurang menular.
Sebuah penelitian di Pusat Penelitian Virus University of Glasgow telah menemukan bukti bahwa Omicron telah mengubah cara masuk ke dalam tubuh.
Varian Omicron kemungkinan besar akan menghindari kekebalan orang-orang yang telah mendapat dua dosis vaksian, kemudian dosis penguat memberikan pemulihan kembali sebagian kekebalan.
Pekan lalu, beberapa ilmuwan menyarankan bahwa tes aliran lateral (LFTs) mungkin lebih akurat jika orang mengambil swab dari tenggorokan dan hidung.
Profesor Jennifer Rohn di University College London mengatakan bahwa pengalamannya menggunakan LFT bahwa dia telah dites negatif menggunakan usap hidung, tapi positif ketika mengambil sampel dari tenggorokannya.
Hal ini tampaknya didukung sebuah penelitian dari Afrika Selatan yang menunjukkan bahwa sampel air liur yang menjalani tes PCR lebih baik daripada usap hidup dalam mendeteksi varian Omicron.