Penyakit Diabetes. (Pixabay/Tumisu)
Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tak lagi mampu membuat insulin atau ketika tubuh tak dapat menggunakan insulin yang diproduksi dengan baik. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas bertindak seperti kunci untuk mengalirkan glukosa dari makanan ke aliran darah dan ke sel-sel di tubuh untuk menghasilkan energi.
Semua makanan berkarbohidrat dipecah menjadi glukosa di dalam darah. Insulin membantu glukosa masuk ke dalam sel.
Ketika tubuh enggak bisa memproduksi insulin atau tak bisa mengelola insulin secara efektif dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah atau dikenal sebagai hiperglikemia. Dalam jangka panjang, kadar glukosa tinggi dikaitkan dengan kerusakan tubuh dan kegagalan berbagai organ dan jaringan.
Melansir laman International Diabetes Federation atau IDF (7/1/2022) orang yang menyandang diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan sejumlah masalah kesehatan yang serius. Kadar glukosa darah yang tinggi secara konsisten dapat menyebabkan penyakit serius yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah, mata, ginjal, saraf, dan gigi.
Selain itu, penyandang diabetes juga memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi. Di berbagai belahan dunia, diabetes adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular (jantung), kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi tungkai bawah.
Ada tiga tipe utama diabetes, yakni;
Diabetes tipe 1 dapat berkembang pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Ketika menderita diabetes tipe 1, tubuh menghasilkan sangat sedikit atau bahkan enggak sama sekali menghasilkan insulin. Itu berarti tubuh memerlukan suntikan insulin setiap hari untuk menjaga kadar glukosa darah terkendali.
Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa dan paling umum terjadi sekitar 90 persen dari semua kasus diabetes. Ketika menderita diabetes tipe 2, tubuh tak memanfaatkan insulin yang dihasilkan dengan baik.
Pengobatan diabetes tipe 2 adalah gaya hidup sehat, termasuk peningkatan aktivitas fisik dan pola makan sehat. Namun, seiring waktu, sebagian besar penderita diabetes tipe 2 akan membutuhkan obat oral atau insulin untuk menjaga kadar glukosa darah mereka terkendali.
Gestational diabetes atau GDM adalah jenis diabetes yang terdiri dari glukosa darah tinggi selama kehamilan dan dikaitkan dengan komplikasi pada ibu dan anak. GDM biasanya menghilang setelah kehamilan tetapi wanita yang terkena dan anak-anak mereka berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.