Ilustrasi sakit karena demam berdarah. (Pinterest/Freepik)
Pernahkah Beauty mengalami demam saat menstruasi? Ternyata, selain perut kram, demam juga menjadi salah satu masalah kesehatan bulanan yang dikeluhkan sebagian wanita.
Beberapa hari menjelang atau ketika menstruasi, beberapa wanita mendapati suhu tubuhnya sedikit naik, sehingga rasanya tak enak badan. Kondisi ini kerapkali membuat sebagian wanita bertanya-tanya, wajarkah demam saat haid?
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Shannon Clark menjelaskan, demam saat haid biasanya normal. Biasanya kenaikan suhu tubuh menjelang atau saat haid bisa bervariasi antara 0,3 sampai satu derajat Celsius.
Tubuh wanita demam saat haid sebenarnya terkait dengan perubahan kadar hormon reproduksi. Pasalnya, selama menstruasi, tubuh mengeluarkan hormon reproduksi bernama prostaglandin. Nah, hormon ini membantu rahim berkontraksi dan meluruhkan lapisan endometrium ketika tak terjadi pembuahan.
Baca Juga: Jangan Asal! Ini Cara Membersihkan Vagina yang Tepat saat Menstruasi
Peningkatan kadar hormon prostaglandin ini terkadang bisa menyebabkan demam ringan. Hal ini dipengaruhi oleh sifat prostaglandin sebagai agen hipertermia, atau zat yang dapat meningkatkan suhu tubuh. Selama kenaikan suhu demam saat menstruasi masih wajar, Beauty tak perlu khawatir berlebihan.
Nah, kalau suhu demamnya di atas 39 derajat Celsius, Beuaty baru perlu berkonsultasi ke dokter. Apalagi kalau demam saat haid disertai mual, muntah, sampai sakit perut tak tertahankan. Kondisi ini bisa jadi tanda penyakit radang panggul atau endometriosis, Beauty.
Baca Juga: Bau Darah Menstruasimu Amis Beauty? Waspada, Jangan-jangan Kamu Mengidap Penyakit Ini
Kalau demam saat haid cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, pertimbangkan untuk minum obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen, ya Beauty. Selain membantu menurunkan demam, obat ini juga dapat mengatasi rasa tak nyaman saat menstruasi seperti sakit perut, badan pegal-pegal, dan sakit kepala. Selain itu, pastikan untuk minum banyak air putih, hindari alkohol dan kafein, tidur cukup, dan rutin olahraga.