Ilustrasi perut mulas. (Freepik/kroshka_nastya)
Kram perut biasanya terjadi ketika wanita sedang mestruasi. Namun, ada juga kram perut yang terjadi bukan karena menstruasi.
Kamu tentunya harus mempertimbangkan penyebab lain jika nyeri panggul terus berlanjut meski sedang tidak haid. Berikut adalah beberapa penyebab kram perut yang mungkin terjadi, diantaranya:
Batu ginjal yang berada di saluran kemih dapat menyebabkan rasa sakit di perut bagian bawah atau, bahkan vagina. Kondisi ini dapat didiagnosis dengan USG atau CT scan, tes darah, serta tes urine.
Batu ginjal kecil biasanya dapat keluar dengan sendirinya dengan bantuan obat pereda nyeri atau minum air putih. Sedangkan batu ginjal besar kemungkinan perlu dipecah dengan teknologi gelombang suara atau melalui operasi.
Sistitis interstisial, kondisi ini digambarkan seperti nyeri di kandung kemih tanpa penyebab yang jelas. Otot kandung kemih dapat berkontraksi dan kejang dengan cara yang sama seperti otot rahim, dan mereka dapat menyebabkan sensasi kram yang serupa.
Tidak ada tes diagnostik untuk sindrom kandung kemih ini, dan pengobatannya bervariasi, tergantung pada gejala yang dialami.
Dokter umumnya akan melakukan tes pencitraan apabila pasiennya mengalami nyeri panggul yang tidak diketahui penyebabnya. Tes tersebut bertujuan untuk mencari tahu apakah pasien mengalami fibroid rahim, kista di ovarium, atau tumor pada organ reproduksi.
Mereka juga mungkin akan merekomendasikan kolonoskopi untuk memastikan pasiennya tidak memiliki polip di saluran usus. Polip di usus besar dan kanker usus besar awal seringkali tidak menunjukkan gejala, tapi umumnya penderita bisa mengalami sakit perut atau ketidaknyamanan yang berlangsung selama seminggu lebih.
Selain ingin buang air terus-menerus dan sensasi terbakar saat buang air kecil, ISK dapat menyebabkan sakit perut bagian bawah dan kram, terutama pada wanita yang sudah tua.
Jenis infeksi lain juga dapat menyebabkan nyeri panggul kronis, seperti divertikulitis (kantong diusus besar yang meradang) atau kelenjar skene (saluran kecil yang terletak di vagina) yang terinfeksi.
Infeksi menular seksual (IMS) yang tidak diobati seperti klamidia atau gonore dapat menyebabkan radang panggul. Radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) dapat menyebabkan nyeri perut terus-menerus, demam, keputihan yang tidak normal, nyeri atau pendarahan saat berhubungan seks, dan infertilitas atau komplikasi kehamilan.
Penyakit ini dapat diobati, namun apabila terlalu lama dibiarkan maka dampak yang terjadi tidak dapat lagi diubah.
Itulah beberapa penyebab kram perut yang mungkin terjadi padamu.