Ilustrasi seorang wanita sedang vaksin HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks. (Freepik/Edited by HerStory)
Pandemi Covid-19 belum selesai dan kini masyarakat harus menghadapi Covid-19 varian Omicron yang disebut sangat cepat menyebar dan mudah menular.
Kini Indonesia sudah mulai melaksanakan vaksinasi booster untuk masyarakat agar bisa menurunkan risiko penularan Covid-19 varian Omicron.
Namun, sebuah penelitian terbaru dari Israel mengatakan bahwa suntikan keempat vaksin Covid-19 (booster kedua) enggak bisa mencegah infeksi varian Omicron.
Vaksin booster disebut hanya mampu meningkatkan antibodi, tapi enggak cukup untuk mencegah penularan Covid-19 varian Omicron yang semakin merajalela.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pusat Medis Sheba Israel. Lembaga itu memberikan booster kedua, baik dengan vaksin Pfizer maupun Moderna, kepada staf.
Sebanyak 154 orang diteliti setelah menerima suntikan Pfizer selama dua minggu dan 120 orang diteliti setelah menerima Moderna satu minggu. Kemudian, keduanya dibandingkan dengan kelompok kontrol yang enggak menerima suntikan keempat.
"Vaksin menyebabkan peningkatan jumlah antibodi, bahkan sedikit lebih tinggi dari yang kami miliki setelah dosis ketiga," kata Direktur Satuan Penyakit Menular Sheba, Gili Regev-Yochay, dikutip CNBC International (19/1/2022).
"Namun, ini mungkin enggak cukup untuk Omicron. Tingkat antibodi yang diperlukan untuk melindungi dan enggak terinfeksi dari Omicron mungkin terlalu tinggi untuk vaksin, meskipun itu vaksin yang bagus," lanjutnya.