Menu

Sering Dianggap Sepele, 4 Kebiasaan Ini Rupanya Bisa Sebabkan Cairan Pria Keluar Sedikit!

28 April 2022 20:30 WIB

Illustrasi Mr.P (Foto: Mandatory)

HerStory, Bekasi —

Cairan pria yang keluar usai berhubungan intim merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan memiliki momongan.

Semakin banyak cairan yang dikeluarkan, maka peluang untuk pembuahan di sel telur akan makin meningkat. Jumlah cairan yang keluar juga identik dengan masalah kesuburan pria.

Idealnya, jumlah cairan normal dalam sekali keluar biasanya mencapai sekitar 15 juta hingga lebih dari 200 juta sel per mililiter.

Lalu, jika jumlah ini turun atau sedikit, apa saja penyebabnya? Yuk simak 4 ulasannya seperti dilansir sindikasi GenPi.co.

1. Berendam di air panas

Berendam di dalam air panas bisa menjadi salah satu penyebab jumlah cairan lebih sedikit dari biasanya.

Hal ini dikarenakan suhu ideal pembentukan sel lebih rendah beberapa derajat dibandingkan dengan suhu tubuh. Oleh karena itu, jika tubuh berendam di dalam suhu yang terlalu panas, produksi sel menjadi lebih menurun.

2. Merokok

Penyebab jumlah cairan menjadi lebih sedikit dan mungkin menjadi penyebab tidak subur adalah kebiasaan merokok.

Selain itu, salah satu penyebab cairan menjadi lebih sedikit ini yang dilakukan dengan menggunakan bahan selain tembakau, ganja misalnya, telah terbukti dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas sel.

3. Menyimpan ponsel di saku celana

Kebiasan ini tentu bukan hal yang baik, khususnya bagi para pria. Pasalnya, kebiasaan ini diduga menjadi penyebab jumlah cairan berkurang menjadi lebih sedikit dan kondisi ini bisa membuat pria gak subur.

Hal ini disebabkan, peningkatan suhu dan aktivitas elektromagnetik pada handphone atau ponsel yang menyebabkan penurunan jumlah cairan, tingkat motilitas sel, hingga morfologi atau bentuk sel menjadi lebih menurun dibandingkan dengan cairan yang diproduksi pria dengan kebiasaan menyimpan ponsel di dalam tas.

4. Kurang tidur

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Medical Science Monitor menyebutkan bahwa kebiasaan kurang tidur dapat mengganggu produksi cairan.

Oleh karena itu, jika tidak ingin kondisi ini menjadi penyebab tidak subur karena jumlah cairan menjadi lebih sedikit, akan lebih baik jika tidur cukup.

Akan tetapi, bukan berarti boleh tidur terlalu lama. Pasalnya, tidur berlebihan juga sebenarnya tidak baik untuk kesuburan.

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Share Artikel:

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan