Berhubungan Intim (Freepik.com/cookie_studio)
Intensitas untuk melakukan hubungan seks setiap orang tentu berbeda-beda. Ada yang mungkin melakukannya setiap hari atau beberapa kali sehari. Tentu hal ini kembali ke pasangan masing-masing. Karena umumnya tak ada frekuensi hubungan seks yang normal atau ditentukan. Tapi, apakah boleh melakukan seks setiap hari? Yuk, intip faktanya berikut ini, dilansir dari berbagai sumber, Senin (2/5/2022).
Berdasarkan survei YouGov tahun lalu, menemukan 5 persen orang yang berhubungan seks lebih dari 4 kali seminggu, 4 persen orang berhubungan seks tiga kali seminggu.
Lalu, 7 persen pasangan berhubungan seks dua kali seminggu, 11 persen berhubungan seks sekali seminggu dan 30 persen tidak berhubungan seks sama sekali dalam seminggu.
Tapi dilansir dari Metro UK, beberapa pasangan mungkin berhubungan seks beberapa kali sehari dan lainnya berhubungan seks sebulan sekali.
Beberapa orang mungkin juga mengalami periode di mana mereka tidak bisa berhenti berhubungan seks. Kemudian, mereka tidak berhubungan seks sama sekali selama beberapa bulan.
Karena, begitu banyak hal yang bisa mempengaruhi dorongan seks seseorang dan tidak masalah pula bila seseorang melakukannya setiap hari.
Perlu dipahami bahwa berhubungan seks memberikan banyak manfaat yang bisa membantu mengurangi stres, meredakan rasa sakit dengan orgasme dan membangun keintiman dalam hubungan.
Namun, kamu harus memastikan hubungan seks yang aman dengan memakai kontrasepsi untuk melindungi diri dari infeksi menular seksual (IMS) dan kehamilan.
Sebab, semakin sering pasangan heteroseksual berhubungan seks maka semakin besar kemungkinan hamil. Jika kamu mencoba hamil, kamu mungkin lebih sering berhubungan seks, terutama di sekitar masa ovulasi.
Siapa pun yang berhubungan seks setiap hari mungkin akan merasakan sakit di vagina atau penis karena gesekatan. Jika ini masalahnya, sebaiknya kamu bersantai selama 1 atau 2 hari.
Kamu juga bisa memakai pelumas untuk mencegah rasa sakit karena keseringan berhubungan seks. Karena, tubuh akan kesulitan menghasilkan kelembapan yang dibutuhkan ketika keseringan berhubungan seks.
Jika mengalami nyeri biasa atau nyeri yang tidak kunjung hilang setelah beberapa hari, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.
Banyak berhubungan seks dan kontak dengan cairan tubuh juga bisa menurunkan tingkat pH vagina, sehingga membuat wanita berisiko terkena infeksi saluran kemih (ISK). Jika kamu mengalami salah satu kondisi ini, konsultasikan dengan profesional medis.