Ilustrasi Anak Makan MPASI (Shutterstock/Edited By HerStory)
Ketika si kecil sudah memasuki usia 6 bulan, Moms wajib memberikan MPASI kepada si kecil untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kalorinya karena setiap pertumbuhan anak membutuhkan energi yang cukup. Namun begitu, sebagai Moms harus tahu beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membuat MPASI.
Melansir dari The Asian Parent, Bayi berusia 6 bulan membutuhkan energi 650 kcal setiap hari, sedangkan ASI hanya memiliki eneri 400 kcal. Maka 250 kcal yang kurang, harus dipenuhi melalui makanan padat MPASI.
Dikutip dari laman mpasi.org, setidaknya ada dua tipe MPASI. Dua tipe tersebut masing-masing untuk usia 6 bulan hingga 1 tahun dan untuk 1 tahun ke atas.
Tipe MPASI yang pertama yaitu makanan khusus untuk MPASI seperti bubur khusus bayi atau menu MPASI sayur yang dicampur ASI. Lalu, tipe yang kedua yaitu makanan yang diolah menjadi MPASI, misalnya kentang goreng, sayur bayam dipotong kecil atau dilembutkan agar bayi bisa makan dengan mudah.
Pada momen pertama MPASI, mulailah dengan memberikan makanan lumat yang halus atau saring yang encer. Seiring bertambahnya usia bayi, Bunda bisa mengubah konsistensi makanan dengan semakin kental.
Saat memberikan MPASI, orangtua juga harus memerhatikan makanan yang diberikan kepada anak. Makanan yang diberikan harus memenuhi standar kesehatan yang disarankan yaitu menu 4 bintang agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi.
"Biasanya saat mulai MPASI kita perkenalkan berbagai jenis makanan. MPASI anak kita harus perhatikan gizi yang terkandung, pastikan gizi seimbang," ujar dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK pada Kamis, 31 Januari 2019 oleh Tim The Asian Parent
Agar tidak salah dalam memberikan MPASI pada anak, ada 4 syarat panduan MPASI yang harus orangtua ketahui. Berikut inilah 4 syarat panduan MPASI.
1. Tepat waktu
MPASI dapat dimulai sejak umur 6 bulan. Sebab, saat itu ASI saja sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi. Kemudian, dalam panduan MPASI tepat waktu, orangtua juga harus memerhatikan kesiapan bayi menerima MPASI. Seperti sudah dapat duduk dengan kepala tegak, koordinasi mata, tangan, dan mulut untuk menerima makanan, serta mampu menelan makanan padat.
"Tidak boleh lebih cepat atau lebih lambat. Usia 6 bulan dianggap oleh WHO sudah tepat, karena usus bayi sudah siap menerima sesuatu yang lebih padat," imbuh Diana menjelaskan.
2. Bergizi
MPASI yang diberikan harus memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Mengandung energi, karbohidrat, protein, lemak, dan mikronutrien dengan takaran yang disesuaikan dengan usia si kecil.
"Makanan bayi harus cukup energi, protein, vitamin, dan mineral," kata Diana saat ditemui di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan.
3. Tepat cara pemberian
Orangtua harus mengenali sinyal lapar dan kenyang bayi, frekuensi pemberian MPASI harus sesuai kebutuhan. Lalu, jumlah dan tekstur MPASI sesuai umur bayi.
4. Penyiapan dan penyajian yang bersih
MPASI disiapkan dengan cara higienis, biasakan cuci tangan sebelum menyiapkan. Diberikan dengan menggunakan tangan dan peralatan makan yang bersih. Hindari menyampur makanan mentah dengan yang sudah matang, dan cuci sayur buah sebelum dimakan.
Setiap Moms ingin membuat MPASI, terus ingat panduan ini ya Moms agar MPASI si kecil senantiasa terjaga
Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.