Menu

3 Olahraga untuk Bayi, Bisa Bantu Perkembangan Motoriknya Lho

30 Mei 2022 09:00 WIB

Bayi belajar merangkak. (Freepik/edited by HerStory)

HerStory, Bekasi —

Hampir semua orangtua pasti ingin buah hatinya tumbuh dan berkembang dengan baik dan aktif. Society of Health and Physical Educators merekomendasikan agar semua anak hingga usia lima tahun melakukan beberapa jenis aktivitas fisik setiap hari.

"Untuk bayi, gerakan dan eksplorasi sangat penting untuk membangun fondasi yang kuat untuk masa kanak-kanak dan seterusnya. Bayi dan balita yang mengembangkan dasar keterampilan motorik yang kuat cenderung menggunakan keterampilan tersebut untuk aktif secara fisik saat dewasa,” kata Dr. Stephen Sanders, profesor di College of Education di University of South Florida, dikutip via Akurat.co.

Langkah pertama untuk mengenalkan olahraga atau aktivitas fisik pada anak adalah dengan aktif sendiri!. Sikap anak terhadap olahraga dibentuk oleh orangtua.

Anak yang aktif umumnya memiliki orang tua yang aktif yang mendorong anaknya untuk berolahraga.

“Semakin banyak aktivitas fisik yang dapat Moms lakukan dengan bayi, semakin banyak kesempatan yang dimiliki bayi untuk mengembangkan dasar keterampilan fisik yang kuat,” kata Dr. Sanders. 

Berikut adalah beberapa latihan perkembangan untuk bati berusia hingga enam bulan. 

Menendang atau menggenggam

Pada usia di bawah enam bulan, bayi masih hanya mampu menggerakkan tangan dan kakinya, dan mungkin terlihat menghabiskan banyak waktu untuk berbaring.

Tetapi, sebenarnya ia berolahraga setiap hari. Bayi menendang kakinya, atau menggeliat saat mengganti popok, itu sudah cukup untuk melatih otot-otot kecilnya. 

Dan semua pengembangan kekuatan itu penting untuk perkembangan motoriknya. Latihan ini dapat dimulai beberapa saat setelah usia enam minggu.

Selain itu, Moms juga bisa menempatkan berbagai macam benda dan dorong dia untuk mengambilnya satu per satu. Ajak bayi untuk memilih suatu barang, memeriksanya, lalu meletakkannya kembali sebelum pindah ke barang berikutnya.

Ini adalah latihan yang bagus untuk membantu meningkatkan koordinasi tangan-mata bayi selain memperkuat otot bahu, lengan, dan tangan.  Mulailah latihan ini setelah bayi mahir menggenggam benda.

Tummy time

Bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dengan berbaring. Penting untuk meletakkan bayi di perutnya selama beberapa menit setiap kali untuk mendorong perkembangan otot-otot di perut, bahu, punggung, dan leher.

Ini adalah salah satu latihan untuk membantu bayi merangkak berguling, duduk, dan berjalan dengan baik.

"Membalikkannya ke perut atau tengkurap membantu membangun otot-otot di leher, lengan, bahu, punggung, dan perutnya, kata Robert Pantell, MD.

Pastikan Bunda selalu mengawasi Si Kecil, termasuk dalam sesi tummy time. Selain itu, ikuti saran dan anjuran dokter untuk melakukan tummy time termasuk soal durasi dan lokasi.

Beberapa hal penting saat melakukan tummy time

Tummy time dilakukan selama tiga menit sebanyak 2–3 kali dalam sehari, tergantung kondisi bayi. Seiring bertambahnya usia  waktu latihan bisa diperpanjang.

Mengutip Kids Health, hindari meletakkan bayi untuk tummy time di kasur atau tempat tidur sebab bayi bisa terguling pada permukaan yang lembut. Jangan pernah melakukan tummy time setelah Si Kecil menyusu sebab bisa membuatnya muntah.

Bersepeda 

Cara yang baik untuk mengatasi masalah gas, juga membantu memperkuat perut, kaki, pinggul, dan lutut. Latihan bayi ini baik untuk rentang gerak bayi dan untuk meningkatkan fleksibilitas.

“Letakkan bayi di punggungnya dan gerakkan kakinya dengan lembut ke atas dan perlahan gerakkan seolah-olah dia sedang mengayuh sepeda,” kata dokter anak Meena Chintapalli, MD.

Adapun meski begitu, selama beberapa bulan pertama, bayi belum dapat benar-benar menopang kepala mereka sendiri.

Jadi yang terbaik adalah menunggu sampai bayi dapat mengangkat kepala dengan baik sebelum memulai latihan yang serius. 

Setelah dapat bergerak, dorong bayi untuk seaktif mungkin di lingkungan bermain yang aman dan diawasi.

Ingat, pastikan Moms berkonsultasi dengan dokter anak sebelum melakukan aktivitas fisik ini bersama bayi.

Lihat Sumber Artikel di Akurat

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Share Artikel:

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan