Menu

Jangan Asal Pakai! Berikut Panduan Menggunakan Susu UHT untuk MPASI Si Kecil

31 Mei 2022 08:43 WIB

Seorang anak perempuan menuangkan susu ke gelas. (Pinterest/freepik)

HerStory, Kuningan —

Sebelum si kecil memasuki usia 6 bulan yang siap untuk diberikan MPASI, Moms perlu mencari tahu beberapa bahan makanan yang boleh dan tidak boleh untuk dimasukkan ke dalam MPASI si kecil. 

Salah satunya adalah penggunaan susu UHT untuk MPASI si kecil apakan dianjurkan, atau tidak diperbolehkan, maupun dianjurkan tapi dengan catatan agar aman untuk si kecil. Nah, untuk mengetahuinya Moms bisa simak di bawah ini.

Mengutip  dari laman The Asian Parent, mengenai pertanyaan apakah susu UHT bisa dicampur ke MPASI, dr. Nadia Nurotul Fuadah di laman Alodokter memberikan jawaban dan penjelasannya.

“Sesungguhnya, semua susu tambahan selain ASI, termasuk susu formula ataupun susu UHT, tidak disarankan untuk diberikan pada bayi berusia kurang dari 1 tahun, kecuali atas rekomendasi langsung dari dokter. Dalam pengolahan MPASI pun sebaiknya Anda tidak sembarangan menambahkan susu formula,” kata dr. Nadia.

Dr. Nadia menjelaskan beberapa alasannya. Yaitu:

  1. Kandungan gizi dalam susu formula atau UHT cenderung tidak stabil.
  2. Ketidakstabilan itu bisa menyebabkan susu mudah rusak, terutama bila mengalami pengolahan berlebihan, termasuk jika dimasak dengan makanan tertentu.

Lebih Aman Mencampur MPASI dengan ASI

Susu UHT (ultra-heat treatment) adalah susu yang dipanaskan pada suhu tinggi 138 derajat Celcius dalam waktu dua detik. Pemanasan ini dilakukan untuk membunuh bakteri pada susu sehingga untuk mencegah orang yang mengonsumsinya terkena infeksi atau keracunan.

Dengan metode ini juga, umur simpan susu menjadi lebih lama, dari yang hanya sekitar 2-3 minggu menjadi 9 bulan. Meskipun begitu, sudah dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi, kandungan nutrisi pada susu UHT tidak berubah atau berkurang. Bahkan protein pada susu UHT menjadi lebih mudah dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan protein pada susu murni dan susu pasteurisasi.

Meski demikian, jika memang harus menambahkan susu pada makanan bayi, dr. Nadia mengatakan untuk mencampur MPASI dengan ASI agar lebih aman bagi tubuh bayi. Atau, jika payudara Anda sudah tidak memproduksi ASI (tidak keluar lagi), Anda bisa menggantinya dengan air putih saja.

Susu UHT untuk MPASI bisa Dibolehkan, Asal Perhatikan Ini!

Berbeda dengan dr. Nadia, beberapa sumber justru mengatakan UHT boleh diberikan pada bayi, serta ditambahkan ke dalam MPASI bayi.

Laman Healthykids menyebutkan bahwa susu UHT bisa dicampurkan ke dalam makanan, sereal juga MPASI yang dimasak. Ada tapinya, nih, Bunda. Susu UHT hanya bisa diberikan dalam jumlah yang sangat kecil. Dan di luar MPASI susu jenis ini tidak diberikan kepada anak sebagai susu utama.

Biasanya dalam label kemasan beberapa produk susu UHT, ada petunjuk mengenai usia berapa yang disarankan untuk mengonsumsi susu tersebut –1 sampai 2 tahun. Sampai pada usia itu, bayi sebaiknya hanya mengonsumsi susu dari payudara ibunya saja.

Jika Moms masih merasa kurang jelas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi mengenai penambahan susu UHT dalam MPASI.

Nantinya, Moms akan dijelaskan mengenai kandungan gizi susu UHT, cara pengolahan susu UHT dalam MPASI yang tepat, berapa lama proses memasak MPASI dengan susu UHT yang disarankan, apakah kondisi bayi Anda memungkinkan untuk mengonsumsi susu UHT, risiko apa saja yang mungkin dialami bayi dan lain sebaiknya.

Moms sebaiknya tidak terlalu fokus pada susunya –dalam MPASI. Yang terpenting adalah memvariasikan bahan makanan untuk membuat MPASI agar kebutuhan gizi bayi terus tercukupi.

Dibandingkan semua cairan yang ada, ASI memang yang paling baik dan sehat bagi bayi. Usahakan untuk memberikan ASI pada bayi hingga usianya 2 tahun, ya, Moms. Semoga informasi mengenai susu UHT untuk MPASI ini bermanfaat bagi Anda. Selamat berimprovisasi dengan MPASI si kecil, Moms!

Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan