Illustrasi Istri Memuaskan Suami
Moms, berhubungan seks adalah salah satu cara bagi pasangan suami istri untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama. Selain membuat hubungan rumah tangga semakin harmonis, aktivitas positif ini bisa memberikan beragam manfaat kesehatan.
Namun faktanya, ada beberapa hal yang sebaiknya memang tak boleh dilakukan baik sebelum atau sesudah berhubungan intim. Hal tersebut perlu benar-benar diperhatikan jika kamu ingin mendapat manfaat sehat dari aktivitas positif tersebut.
Untuk lebih mengetahui apa saja ‘pantangan’ tersebut, di bawah ini adalah 5 hal yang gak boleh dilakukan sebelum atau sesudah berhubungan seks, seperti dilansir dari Times of India, Selasa (31/5/2021).
Ya banyak orang suka minum alkohol untuk mengatur suasana hati dan meredakan saraf, tetapi menghabiskan seluruh botol sebelum berhubungan seks adalah kesalahan terburuk. Efeknya, mengarah pada seks yang tak memuaskan dan banyak orang mengalami kesulitan mencapai orgasme.
Jika si pria belum disunat, mintalah ia untuk membilas kulit di bagian dalam kulupnya karena bakteri penyebab infeksi saluran kencing bisa berkembang di sana dan dapat ditularkan saat kalian berdua berhubungan seks.
Kamu mungkin sudah pernah mendengar bahwa setelah berhubungan seks, maka harus buang air kecil untuk menghindari infeksi saluran kemih. Tapi, urin yang hanya keluar sedikit tak akan membuat banyak perbedaan.
Lebih baik setelah berhubungan seks, berpelukan saja dulu atau habiskan beberapa saat yang intim di kasur bersama pasangan hingga rasa ingin buang air kecil lumayan terasa. Jika sudah terasa, barulah kamu ke kamar mandi, Moms.
Makanlah sayuran sehat, kacang-kacangan dan biji-bijian, tetapi jangan sebelum berhubungan seks karena itu membuat perutmu kembung.
Hindari makanan berserat tinggi setidaknya satu atau dua jam sebelum melakukannya. Kamu juga dapat mengonsumsi sepotong kecil cokelat karena dapat meningkatkan kadar serotonin.
Ingat Moms, jika tak dibersihkan secara benar, mainan seks milikmu mungkin bisa menjadi tempat sempurna bagi mikroorganisme untuk berkembang biak, yang akhirnya dapat menyebabkan infeksi parah.