Ilustrasi hubungan seks dalam mobil. Shutterstock/Edited By HerStory)
Meraih orgasme atau puncak kenikmatan menjadi salah satu hal penting dalam kepuasan hubungan seksual. Stimulasi yang terjadi berulang kali pada area sensitif dan puting bisa membantu wanita mencapai puncak kenikmatan.
Saat wanita merasakan kenikmatan, otot-otot dasar panggul akan berkontraksi secara berirama dan tanpa disadari.
Kontraksi ini dianggap mampu membantu mengalirkan darah keluar dari jaringan klitoris dan vulva, sehingga bagian tersebut bisa kembali ke kondisi normalnya (gak kaku).
Apa saja fakta puncak kenikmatan pada wanita yang perlu dipahami? Berikut ulasan lengkapnya:
Dokter Devia Irine Putri mengungkapkan, banyak faktor yang membuat wanita tidak dapat merasakan puncak kenikmatan. Baca Juga: Doa Sebelum Begituan di Ranjang Faktornya bisa berasal dari pikirannya sendiri.
Biasanya, rasa cemas, stres, dan kurang percaya diri. Selain itu, dr. Devia juga mengungkapkan beberapa faktor penyebab wanita tidak bisa orgasme, di antaranya:
Studi dalam Journal of Sex & Marital Therapy menemukan hanya 18 persen wanita yang merasakan orgasme karena rangsangan pada area intim.
Anatomi wanita dalam mencapai kepuasan seksual terdiri dari struktur yang saling berhubungan, termasuk klitoris, spons uretra, dan bagian vagina lainnya. Ada pula G-spot yang diyakini terletak di suatu tempat pada vagina bagian dalam.
Bagian-bagian tersebut saling memengaruhi dengan sinyal bahagia melalui jaringan saraf. Bagian ini juga akan membengkak sebagai respons terhadap rangsangan.
Dengan terjadinya kondisi tersebut, terbentuklah CUV (clitourethrovaginal) complex. Menurut studi yang dipublikasikan National Library of Medicine, AS, CUV complex merupakan bagian yang dapat memicu orgasme ketika distimulasi dengan tepat.
Sentuhan pada puting dapat sangat merangsang wanita. Hal ini bahkan telah diteliti dalam penelitian, dikatakan stimulasi puting sangat penting dalam mencapai orgasme. Jadi, orgasme wanita tidak selalu terjadi karena CUV complex atau area intim tertentu.
Memang tidak banyak pasangan yang melakukan hubungan saat wanita menstruasi. Padahal, ada manfaat tertentu yang tidak banyak diketahui. Nyeri haid pada wanita diketahui dapat berkurang saat berhubungan intim dan mencapai orgasme.
Hal ini diduga karena pengaruh hormon endorfin (hormon bahagia) yang muncul saat wanita orgasme. Namun yang perlu diingat, berhubungan ranjang saat menstruasi sebaiknya disesuaikan dengan pilihan pribadi dan kondisi kesehatan.
Lihat Sumber Artikel di JPNN.com
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.