Ilustrasi pasangan yang mengeluhkan saat berhubungan seksual. (Freepik/elnurfreepik)
Apabila sudah sah menjadi suami dan istri, maka berhubungan seksual bukanlah hal yang dilarang dalam agama Islam. Bahkan, pasutri dapat melakukannya di pagi atau petang, sesuka hati.
Meski begitu ada waktu tertentu yang ternyata sebaiknya jangan melakukan hubungan intim. Waktu terlarang berikut sesuai dengan anjuran yang diajarkan dalam agama Islam.
Yuk, simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini, Beauty!
Dijelaskan saat wanita sedang menstruasi atau haid maka sebaiknya jalan melakukan hubungan seksual. Namun, bukan berarti suami harus menjauhi sang istri sebab yang dilarang adalah bersetubuh saja.
Dari pandangan medis, melakukan hubungan seksual saat pasangan menstruasi juga tak dianjurkan. Kegiatan ini berisiko menyebabkan infeksi jamur dan vaginosis bakterial.
Waktu berhubungan intim pasutri yang dilarang selanjutnya adalah ketika sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Bahkan dalam islam disebut bahwa melakukan aktivitas seksual saat berpuasa di bulan Ramadhan tergolong sebagai dosa besar.
Namun, hal ini tak berlaku di malam hari atau setelah berbuka puasa. Asalkan kewajiban tak ditinggalkan selama bulan suci tersebut.
Waktu terlarang melakukan hubungan seksual adalah ketika melaksanakan ibadah haji. Waktu tepatnya adalah ketika sebelum tahallul kedua.
Tak hanya itu, pasangan yang melaksanakan ibadah umroh juga tak diperbolehkan berhubungan intim. Hal ini berlaku ketika tawaf ibadah belum terlaksana.
Itu dia waktu yang dilarang untuk melakukan hubungan seksual sesuai ajaran agama Islam, Moms. Semoga bermanfaat!