Sebagai ibu tiga orang anak sekaligus leader di Madre Indonesia, Poppy Octavia tentunya memiliki tantangan dalam menjalankan dua peran tersebut secara bersamaan. Kerja di bidang Event Organizer (EO) membuat Poppy memiliki jadwal yang sibuk. Hal itu jadi salah satu tantangan dari pekerjaan yang ia tekuni.

Ketika pekerjaan menumpuk, tenggat waktu semakin dekat, pastinya ia memiliki tekanan dalam masalah pekerjaan. Belum lagi harus mengurus anak dan suami, pasti pekerjaan itu memiliki tantangannya tersendiri.

Baca Juga: Sukses Jadi Ibu yang Bekerja Meski Punya Tiga Anak, Ini Tips dari Poppy Octavia

“Tantangannya di dua sisi itu time management udah pasti lah ya, itu problem general. Kalau kedua sebenarnya moody. Kadang-kadang buat ibu yang bekerja pressure-nya lebih tinggi karena hal-hal yang di luar kontrolnya dia, banyak eksternal problem yang kadang-kadang bikin emosi, marah gitu, tapikan kita enggak bisa bawa itu pulang ke rumah. Nah how to manage the conflict, emosionalnya, itusih mungkin tantangan terbesar, apalagi kerja sebagai EO kan kadang-kadang deadlinenya mepet, bertemu dengan klien, apa yang kita kerjain dengan klien kan kita enggak bisa membawa bad mood itu ke dalam rumah,” kata Poppy saat ditemui di daerah Panglima Polim, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).

Ia berprinsip bahwa masalah yang didapat dari luar rumah enggak bisa dibawa ke dalam rumah. Untuk mengatasi bad mood tersebut, terkadang ia bersikap terbuka dengan anak-anaknya, komunikasi bahwa sedang merasa ada masalah sehingga anak bisa paham apa yang terjadi. Selain itu ia juga sering melakukan me time.

Baca Juga: Wanita Karier Sering Dinyinyirin Enggak Peduli Anak, Poppy Octavia Miris

“Prinsip enggak membawa masalah ke rumah dan meluapkannya secara emosi itu udah basic banget menurut aku karena anak-anak juga merasa bahwa kenapa kita enggak salah terus kita jadi korban. Ke dua adalah how to relief. Kalau orang-orang bilang me time, iya itu udah pasti ada. Kebetulan aku suka traveling, itu jadi sesuatu yang releif sih buat aku. Terus yang ketiga adalah aku juga baru belajar sih sekarang, setelah anak-anak makin besar, mereka juga tumbuh jadi memahami keadaan, aku mulai belajar ngasih tau, enggak dalam kondisi marah, I have a problem, I need time to solve this problem, kasih aku waktu ya gitu,” tutupnya.

Semua harus dikomunikasikan dengan baik, agar anak juga mengerti yang dialami orang tua. Selain itu, hal ini juga efektif untuk membuat anak menganggap orang tua sebagai teman diskusi yang baik. Hal itu mampu juga meningkatkan rasa percaya antara ibu dan anak.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.