Beauty, kasih ibu itu sepanjang masa. Bagaimana pun caranya, ia rela berkorban demi kebahagiaan sang buah hati. Kasih sayangnya tak bisa dinilai dengan materi, meskipun ia harus mengurus buah hati yang bukan dari darah dagingnya sendiri.

Zati Zaini, ibu muda berdarah Melayu berbagi kisah tentang seorang anak yang ia adopsi sejak masih berusia satu tahun. Hari demi hari, ia bersama sang suami mengurus anak tersebut dengan sepenuh hati. Tanpa memandang kalau dia bukan anak kandungnya sendiri. 

Namun, apa daya Zati ketika ibu kandungnya meminta anaknya tersebut dikembalikan di usia lima tahunnya ini?

Ia pun turut berbagi kisah pilunya tersebut, lewat sebuah thread di akun Twitternya, @zatizaini_, 7 Maret 2020 lalu.

Baca Juga: Mengenal Feby Ayu Arianti, Gadis Cantik Jago Gambar yang Harus Putus Sekolah Karena Terbelit Utang Keluarga

Kala itu, keluarga dari anak yang diadopsinya itu meminta Zati untuk menjadikan anak itu sebagai adik angkatnya. Hal tersebut, lantaran kondisi ekonomi keluarga sang anak tengah mengalami kesulitan.

"Aku jaga budak ni, dari dia 1 tahun sampai umur 5 tahun. Disebabkan family dia susah, aku tolong jagakan sebagai adik. Bila aku dah kawin, family dia nak angkat sumpah jadi mak angkat dia. Bila dah angkat sumpah dah jaga bagi sekolah semua mak dia ambil dia balik," tulisnya seperti yang dikutip HerStory, Selasa (10/3/2020).

Dengan sepenuh hati, Zati pun menerima permintaan tersebut. Namun, setelah ia menikah mereka meminta Zati untuk mengadopsinya sebagai anak kandung.

Awalnya ia bersama sang suami rada keberatan dengan mengadopsinya sebagai anak. Lantaran pernikahannya yang masih seumur jagung dan takut enggak mampu mendidik anak tersebut dengan baik. 

Namun, karena rasa sayang keduanya terhadap sang anak mereka pun menerima tawaran tersebut. Keduanya juga sudah melakukan segala prosedur untuk mengangkat anak itu. 

"Padahel kami boleh je tunggu anak sendiri. Tapi atas dasar sayang dah dekat budk tu, kami pun bersetuju. Naik turun mahkamah, kebajikan, klinik kesehatan, daftar sekolah. Pakaian makanan semua jangan cakap la, apa yang diminta semua kami bagi sebab dah jadi anak sendiri kan," tambahnya.

Zati mengurusnya sepenuh hati, ia dan suami sudah menganggap anak tersebut sebagai anak kandungnya sendiri. Tapi, tiba-tiba sang ibu kandung meminta anaknya tersebut dikembalikan.

"Bila da jaga elok elok, dah sayang macam anak kandung sendiri, mak dia pulak nak balik. Sepatutnya kami boleh je ambil tindakan sebab kami ada hak, tapi bagi aku siapa je la kami ni nak dibandingkan dengan mak kandung dia sendiri kan," katanya

Meski begitu, Zati pun akhirnya mengembalikan anak tersebut kepada ibu kandunya. Ia mengaku sudah ikhlas, walau masih terasa kehilangan. Pasalnya, hari demi hari sudah ia lewati bersama anak adopsinya itu.

"Tapi takpe aku redha. Walaupun tiap malam menangis. Yela biasa dia ada sebelah tidur dengan kami. Hari hari bangun "mommy bangun dah pagi". Tapi sekarang dah takde lagi dengar suara dia," akunya.

Terlebih lagi, kini Zati belum dikarunian anak setelah dua kali mengalami keguguran. Zati selalu berdoa dan mengambil hikmah dibalik kesedihannya ini

"Dulu aku 2 kali gugur. Bila aku ada anak angkat pun aku udah bersyukur sangat sangat. Tapi Allah dah aturkan sebaik mungkin. Jangan berhenti berharap karena Allah lebih tahu saat yang paling tepat untuk mengabulkan permintaanmu," pungkasnya.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.